Ekonomi

Sri Mulyani: RI Produksi Komoditas Yang Menguntungkan

Menkeu: Perang di Ukriana, perang itu adalah kompetensi dan persaingan geopolitik yang bisa menciptakan atau telah menciptakan fragmentasi global.


Sri Mulyani: RI Produksi Komoditas Yang Menguntungkan
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Webinar Perempuan Tangguh dalam Ekspor Berkelanjutan, Road to W20: Setara Bangkit Bersama, Jumat (20/5/22) (Tangakapan Layar YouTube)

AKURAT.CO, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, Indonesia merupakan negara yang memproduksi banyak komoditas yang diuntungkan. Akan tetapi menurutnya ada konsekuensi inflasi dunia melonjak sangat tinggi.

“Dunia dihadapkan pada kondisi yang berubah secara sangat cepat yang mewarnai perubahan iklim global. Perang di Ukriana, perang itu adalah kompetensi dan persaingan geopolitik yang bisa menciptakan atau telah menciptakan fragmentasi global,” ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Webinar Perempuan Tangguh dalam Ekspor Berkelanjutan, Road to W20: Setara Bangkit Bersama, Jumat (20/5/22).

Ia menjelaskan lonjakan inflasi juga dirasakan langsung oleh negara Jepang yang bahkan langganan deflasi pun akhirnya dapat merasakan kenaikan harga – harga kenaikan komoditas

baca juga:

“Amerika, Inggris, Eropa bahkan Jepang yang langganan deflasi sekarang elihat dan merasakan kenaikan harga. Kenaikan harga yang ekstream itu melukai baik produser maupun dari sisi permintaan. Kenaikan arga atau inflasi yang tinggi yang cukup lama harus ditangani sala satunya yang menangani itu adalah instrument moneter,” ujarnya.

Dengan menangani inflasi yang tinggi, lanjutnya adalah instrument moneter dengan menaikan suku bunga dan memperketat likuiditas. Ini merupakan salah satu cara yang dahsyat dampaknya terhadap perekonomian negara – negara maju yang sudah mulai ancang – ancang menggunakan instrument moneter ini.

“Dampaknya adalah kemungkinan kalau dilakukan secara cepat seperti kenaikan The Fed dan dalam skala yang cukup substantif maka dia bisa menghasilkan pelemahan ekonomi bahkan resesi,” jelasnya.

Di sisi lain, ia pun menyebutkan bahwa ekspor Indonesia saat ini tumbuh positif selama 2 tahun berturut – turut selama recovery dari pandemic covid 19.

“Kombinasi demand full dan global recovery dan supply competitiveness kita tapi kita tidak boleh terlena karena setiap produk yang anda keluarkan pasti ada pontesial komptetitor di sana,” tambahnya.

 “Sebagai bedahara negara saya menyampaikan dibalik kelihatan Indonesia baik – baik saja menikmati berbagai hal tadi pertumbuhan yang pulih, mobilitas masyarakat, neraca pembayaran yang bagus dan kita bisa terus berharap ini kita jaga terus. Di luar sana global economic efaiment tidak baik – baik saja,” tutupnya.[]