Ekonomi

Sri Mulyani: Menkeu dan Menkes G20 Sepakati Pembiayaan Multilateral Baru PPR

Menkeu: Hanya dengan begitu, kita dapat secara efektif siap untuk mengatasi pandemi global berikutnya bersama-sama.


Sri Mulyani: Menkeu dan Menkes G20 Sepakati Pembiayaan Multilateral Baru PPR
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat memberikan penjelasa kepada komite IV DPD dalam rapat kerja di Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (7/6/2022). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa mengenai mekanisme pembiayaan baru Financial Intermediary Fund (FIF) para Menteri keuangan dan Menteri Kesehatan G20 menyepakati perlunya mekanisme pembiayaan multilateral baru yang didedikasikan untuk mengatasi kesenjangan pembiayan untuk kesiapsiagaan, pencegahan, dan penanggulangan pandemic (PPR).

Ia mengingatkan mengenai semangat inklusivitas dalam penanganan pandemic global. Tak hanya itu para Menteri keuangan dan Kesehatan G20 sangat menyambut baik perkembangan yang telah dicapai dalam membentuk dana perantara keuangan (FIF).

“Yang paling penting adalah inklusivitas sehingga upaya kita dapat digabungkan antara Kementerian Keuangan dan Kesehatan, serta antara negara maju dan berkembang. Hanya dengan begitu, kita dapat secara efektif siap untuk mengatasi pandemic global berikutnya bersama-sama,” ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dalam konferensi pers 1st Joint Finance Health Ministerial Meeting, Selasa (21/6/22).

baca juga:

Bendahara negara menjelaskan, hal ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yaitu Indonesia sebagai Presidensi G20 memprioritaskan agenda bidang Kesehatan global. Presidensi G20 indonesia berkomitmen untuk memberikan hasil nyata yang mencangkup untuk tidak sekedar mendukung tetapi juga berkontribusi pada proposal pendirian FIF.

“Dengan senang hati saya sampaikan bahwa komitmen kontribusi sejumlah hampir USD 1,1 miliar telah diamankan untuk FIF guna pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons pandemic. Angka tersebut sudah termasuk kontribusi senesar USD 50 juta dari Indonesia,” jelasnya.

“Saya ingin mengapresiasi peran sentral WHO dalam memerangi pandemic, dan pentingnya memasukan suara negara-negara berkembang dalam pengaturan kelembagaan kami, untuk menciptakan sistem pencegahan dan respons pandemic yang paling efektif,” tambahnya.

Sekedar informasi, sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan pandemi covid-19 yang menerpa dunia selama 2 tahun ini menyebakan banyak negara belajar untuk bagaimana merespon yang tepat jika dunia kembali dihadapkan pandemic berikutnya.

Ia menyebut dengan adanya Presidensi G20 Indonesia tidak hanya berdiskusi mengenai arsitektur kesehatan global, tetapi juga pembiayaan dan tata Kelola.

“Itu sebabnya dalam G20 ini, kami juga mendorong pembahasan yang sudah didukung selama Presidensi G20 Saudi dan kemudian diambil alih oleh Italia, tentang bagaimana kami akan dapat mencegah dengan mempersiapkan apa yang kami sebut sebagai Pandemic Preparedness Response (PPR),” ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani, pada keterangan tertulis, Senin (6/6/22).[]