Ekonomi

Sri Mulyani: Kinerja Perekonomian Indonesia Ditopang Capaian Ekspor

Sri Mulyani: Kinerja Perekonomian Indonesia Ditopang Capaian Ekspor
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat membuka Sesi High Level Seminar: Strengthening Global Collaboration for Tackling Food Insecurity dalam rangkaian FCMBG G20 Indonesia 2022 di Nusa Dua, Bali pada Jumat (15/7/2022). (Akurat.co/Leofarhan)

AKURAT.CO Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kinerja pemulihan ekonomi Indonesia masih tetap berjalan dan cukup kuat di tengah pandemi covid-19.  Pemulihan ekonomi yang terus berlanjut ini salah satunya ditopang oleh kinerja ekspor.

“Kinerja perekonomian Indonesia memang ditopang salah satunya oleh faktor eksternal yaitu neraca perdagangan. Ekspor kita terus menerus mengalami pertumbuhan yang sangat tinggi,” ungkap Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita yang dilaksanakan secara daring, Kamis (24/11/22).

Ia menjelaskan, kinerja ekspor Oktober 2022 mencapai USD24,8 miliar, meningkat 12,30 persen (year on year/yoy), 30,97 persen (year to date/ytd), dan 0,13 persen (month to month/mtm).

baca juga:

Pada saat yang sama, kinerja impor tercatat USD19,1 miliar, tumbuh 17,44 persen (yoy) dan 27,72 persen (ytd), namun menurun 3,4 persen (mtm).

Dengan demikian, Indonesia membukukan neraca perdagangan surplus USD5,7 miliar pada Okrober 2022. Tren surplus terus berlanjut hingga memasuki bulan ke-30.

“Ekspor minus, impor positif itu, berarti terhadap growth kita menjadi kontribusinya positif. Surplus dari neraca perdagangan ini telah mencapai kumulatif USD45,5 miliar, terhitung sejak Januari hingga Oktober 2022. Ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang hanya USD30,9 miliar,” jelasnya.

Bendahara Negara ini juga mengatakan, kondisi tersebut menimbulkan tambahan atau daya tahan terhadap perekonomian Indonesia yang tengah berhadapan dengan kondisi global. Interest rate di negara maju meningkat dan dapat menimbulkan tekanan terhadap capital flow.

Indonesia mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen berturut-turut selama empat kuartal. Bahkan, kuartal III-2022 menunjukkan angka pertumbuhan ekonomi hampir 6 persen atau 5,72 persen (yoy). []