News

Sri Lanka Tangkap 2 Aktivis yang Bantu Gulingkan Presiden, Status Darurat Diperpanjang

Sri Lanka Tangkap 2 Aktivis yang Bantu Gulingkan Presiden, Status Darurat Diperpanjang
Gotabaya Rajapaksa melarikan diri ketika puluhan ribu demonstran yang mengamuk akibat krisis ekonomi di negara tersebut menyerbu kediamannya di ibu kota Kolombo. (AFP)

AKURAT.CO, Dua aktivis yang membantu memimpin demonstrasi massa untuk menggulingkan presiden Sri Lanka ditangkap pada Rabu (27/7). Sementara itu, parlemen memperpanjang status darurat yang diberlakukan untuk memulihkan ketertiban.

Dilansir dari AFP, Gotabaya Rajapaksa melarikan diri ketika puluhan ribu demonstran yang mengamuk akibat krisis ekonomi di negara tersebut menyerbu kediamannya di ibu kota Kolombo. Ia kemudian terbang ke Singapura dan mengajukan pengunduran dirinya. Sementara itu, penggantinya, Ranil Wickremesinghe, menetapkan keadaan darurat dan bertekad menindak keras 'para pembuat onar'.

Menurut pernyataan polisi pada Rabu (27/7), mereka telah menangkap aktivis Kusal Sandaruwan dan Weranga Pushpika atas tuduhan pertemuan yang melanggar hukum.

baca juga:

Setelah Rajapaksa melarikan diri, beredar video di media sosial yang menunjukkan Sandaruwan tengah menghitung tumpukan uang kertas yang ditemukan di kediaman presiden. Polisi juga telah merilis foto-foto 14 tersangka buron terkait dengan serangan pembakaran di rumah Wickremesinghe pada hari yang sama saat kantor dan kediaman presiden diserbu.

Sebelumnya, pemimpin mahasiswa Dhaniz Ali ditangkap di bandara utama Sri Lanka ketika ia hendak terbang menuju Dubai. Menurut polisi, ada surat perintah penangkapannya sehubungan dengan kasus pengadilan hakim, tetapi tak membeberkan detail lebih lanjut.

Sementara itu, anggota parlemen pada Rabu (27/7) memutuskan untuk meresmikan status keadaan darurat yang diberlakukan Wickremesinghe hingga pertengahan Agustus. Ordonansi darurat, yang dapat mengizinkan pengerahan pasukan untuk menangkap dan menahan tersangka dalam waktu yang lama, akan berakhir pada Rabu (27/7) jika tak diratifikasi oleh parlemen. []