Ekonomi

Sri Lanka Mulai Kehabisan BBM, Cuman Cukup Sampai 4 Hari

Sri Lanka Mulai Kehabisan BBM, Cuman Cukup Sampai 4 Hari
Antere Bensin di Sri Lanka (Reuters)

AKURAT.CO Menteri Tenaga dan Energi Sri Lanka, Kanchana Wijesekera mengatakan bila stok bahan bakar minyak (BBM) di Sri Lanka hanya cukup untuk lima hari saja, bila dihitung saat berita ini diturunkan, maka sisa BBM di negara itu hanya tersisa 4 hari lagi.

Hal tersebut diumumkan oleh Kanchana pada Jumat (17/6/2022), yang menjadikan Sri Lanka menjadi merana karena negara tersebut juga sedang dilanda krisis keuangan dan bahkan tidak sanggup untuk membayar hutang negara.

"Kami berjuang untuk mendapatkan pasokan bahan bakar karena masalah valas kami dan pemerintah bekerja untuk mengelola stok solar dan bensin yang ada hingga 21 Juni," kata Kanchana seperti yang dikutip dari CNN Business, Sabtu (18/6/2022).

baca juga:

Minggu ini memang telah terjadi peningkatan antrean yang sangat panjang demi untuk mendapatkan bahan bakar. Kelangkaan BBM ini setidaknya telah menjadikan antrean sampai berkilo-kilometer, bahkan ada yang antre sampai semalaman demi bisa mendapatkan bahan bakar.

Kanchana mengakui, negara saat ini sedang dalam kesuliitan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, apalagi cadangan devisa negara saat ini sudah semakin menipis demi mengimpor makanan, obat-obatan dan BBM untuk mencukupi kebutuhan Sri Lanka.

"Kami merasa sangat sulit untuk memenuhi permintaan dan stok bisa habis lebih cepat jika kami tidak mengurangi perjalanan yang tidak penting dan berhenti menimbun bahan bakar, sehingga kami berharap akan ada pengiriman bensin dalam tiga hari ke depan dan dua pengiriman lagi dalam delapan hari ke depan," terangnya.

India telah memberikan bantuan kepada Sri Lanka yang tengah mengalami krisis keuangan. Sebelumnya negara itu telah menggelontorkan bantuan sekitar USD 3 miliar, termasuk jalur kredit US$ 1 miliar untuk impor penting dan pertukaran USD 400 juta

Langkanya pasokan energi ini merupakan buntut krisis ekonomi yang melanda negara dengan 22 juta penduduk itu. Sri Lanka tengah menunggu kepastian pinjaman dari pemerintah India sebesar USD 500 juta dari Bank Exim. Uang itu nantinya akan digunakan untuk membeli BBM selama seminggu ke depan.[]

Sumber: CNN Business