News

SR Belajar Suntik Filler Payudara Secara Privat Dalam Waktu Sehari

SR Belajar Suntik Filler Payudara Secara Privat Dalam Waktu Sehari


SR Belajar Suntik Filler Payudara Secara Privat Dalam Waktu Sehari
Konferensi pers penetapan tersangka pelaku filler payudara palsu (AKURAT.CO/Miftahul Munir)

AKURAT.CO STR alias SR tersangka penyuntik filler payudara kepada dua korban berinisial T dan D ternyata bukan seorang dokter. Ia hanya belajar secara privat kepada tersangka lain berinisial LC agar mendapatkan sertifikat sebagai dokter.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo mengatakan, awalnya pada September 2020 ini, tersangka SR membeli cairan filler silikon saja secara oline. Pelaku mengetahui cairan itu untuk membesarkan payudara dan bokong.

"Awalnya SR melalukan pembelian produk cairan silikon tanpa merek. Cairan itu Digunakan untuk lakukan filler payudara maupun bagian bokong," ujar Ady kepada wartawan Selasa (6/4/2021).

Ketika itu, pelaku membeli cairan secara online harga Rp, 3,5 juta perliter atau 1000 CC kemudian SR menjual kembali secara online seharga Rp4,5 juta. Keuntungan Rp1 juta membuat pelaku justru tidak puas dan mencari guru privat penyuntikan filler ke payudara.

"Tersangka SR dengan LC lakukan kegiatan privat pelatihan filler payudara dilakukan sehari saja latihannya dan tersangka SR diberikan sertifikat oleh LC," tegas dia.

Sertifikat ini digunakan oleh SR agar para korban percaya bahwa ia sudah menguasai bidang ilmu pembesar payudara. Sehingga, korban pun tidak merasa curiga dengan sertifikat yang sudah dikantonginya itu.

"SR dalam akun Instagram @beautysektor lakukan iklan pasang filler payudara 5 juta untuk filler 500 CC dan Rp, Rp, 3 juta untuk 250 CC," tegas dia.

Dari pengakuannya, sudah ada 15 orang yang disuntikan filler oleh SR, tapi yang baru melaporkan kejadian ini baru 2 orang saja. Namun, polisi belum tahu nasib korban lainnya seperti apa saat ini, pasalnya tidak semua korban mau membuat laporan ke Polres Metro Jakarta Barat.

"Korban yang melapor dari 15 orang diakui tersangka SR sudah dilakukan filler tersebut ada dua orang. Kami belum tahu nasib korban lain. Tapi baru dua melaporkan," tutur dia.

Sebelumnya, D selaku korban mengaku mengalami infeksi pada bagian payudara. Dalam kesaksiannya, payudara milik D mengeluarkan cairan dan nanah pasca disuntik filler SR yang awalnya mengaku sebagai dokter.

Dampak yang timbul itu membuat korban menjalani serangkaian operasi payudara demi mengeluarkan cairan filler berbahaya tersebut.[]

Bayu Primanda

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu