Olahraga

Sprinter Belarusia yang Takut Pulang ke Negaranya Tiba di Polandia

Krystina Tsimanouskaya menolak pulang ke negaranya di Belarusia karena merasa terancam setelah mengkritik ofisialnya di Olimpiade Tokyo 2020.


Sprinter Belarusia yang Takut Pulang ke Negaranya Tiba di Polandia
Atlet asal Belarusia, Krystina Tsimanouskaya, ketika berada di bandar udara di Tokyo, Jepang, awal pekan ini. (TWITTER/The Istanbul Chronicle)

AKURAT.CO, Sprinter asal Belarusia peserta Olimpiade Tokyo 2020 yang menolak pulang kembali ke negaranya dari Jepang karena khawatir dengan keselamatannya, Krystina Timanouskaya, telah tiba di Polandia. Timanouskaya masuk ke negara tersebut dengan visa humanitarian.

Sempat transit di Wina, Austria, Tsimanovskaya memilih Polandia sebagai negara tempat ia berdiam sejak ia dikeluarkan dari tim atletik Olimpiade Tokyo. Tsimanovskaya merasa terancam setelah ia berbicara ke publik mengkritik ofisial tim atletik Belarusia mendaftarkannya di pertandingan yang tidak diketahuinya.

Tsimanovskaya sedianya bertanding di nomor 200 meter putri di Stadion Nasional, Tokyo, Jepang, Senin (2/8). Namun, dia diberitahu untuk tampil di nomor 400 meter estafet yang seharusnya digelar hari ini, Kamis (3/8), tanpa persetujuannya.

Karena menyampaikan kritiknya secara terbuka di saluran salah satu organisasi yang mendukung para atlet korban rezim otoritarian pemerintahan Belarusia, Tsimanovskaya diminta mengemas barangnya dan diinstruksikan pulang ke Belarusia pada awal pekan ini.

Khawatir dengan kondisinya jika pulang ke negaranya sendiri, Tsimanovskaya meminta perlindungan polisi Jepang. Atlet berusia 24 tahun itu mencari suaka di negara lain untuk menjaga keselamatan dia.

“Saya terkejut (dikeluarkan dari tim), saya tidak mengerti karena saya tidak mengatakan apapun yang berbau politis. Saya hanya mengatakan pelatih saya mengambil keputusan di belakang saya,” kata Tsimanouskaya sebagaimana dipetik dari BBC.

“Saya ingin orang tidak takut lagi, saya ingin mereka bicara, karena ketika ada tekanan karena benar-benar penting untuk tidak diam. Ketika saya tahu itu aman, dan saya bisa kembali, dan memang saya menginginkannya karena keluarga saya ke sana, itu adalah tanah air saya dan saya tidak mengkhianati sebagaimana yang mereka katakan sekarang.”

Ofisial Belarusia mengatakan mereka memutuskan mengeluarkan Tsimanouskaya karena sang atlet dianggap bermasalah dengan mental dan emosinya. Ofisial Belarusia juga sudah memberikan keterangan soal Tsimanouskaya ke Komite Olimpiade Internasional (IOC).

IOC sendiri sudah menggelar penyelidikan resmi terhadap tuduhan pemaksaan Tsimanouskaya pulang ke negaranya. IOC juga meminta laporan dari Komite Olimpiade Belarusia.

Kasus yang menimpa Tsimanouskaya sejalan dengan krisis politik di Belarusia. Sejumlah atlet papan atas termasuk bagian dari demonstrasi besar-besaran pada tahun lalu yang menuntut pemilihan umum yang bersih setelah 27 tahun berada di bahwa pemerintahan dictator Alexander Lukashenko.[]