Tech

Spesifikasi Laptop Merah Putih Dianggap Tak Sesuai Harga, Warganet: Emosi Memuncak!

Spesifikasi dari laptop Merah Putih menuai banyak pertanyaan terutama dari warganet


Spesifikasi Laptop Merah Putih Dianggap Tak Sesuai Harga, Warganet: Emosi Memuncak!
Laptop Zyrex (Zyrex.com)

AKURAT.CO, Program pengadaan komputer jinjing atau laptop dari pemerintah belakangan menjadi sorotan publik. Selain menggandeng produsen lokal, spesifikasi dari laptop “Merah Putih” menuai banyak pertanyaan terutama dari warganet setelah mengetahui berapa dana yang dianggarkan oleh pemerintah untuk program ini.

Diketahui, pemerintah Indonesia menggelontorkan dana sebesar Rp2,4 Triliun untuk 240 ribu unit laptop Merah Putih tersebut. Bila dirata-rata, artinya masing-masing unit laptop tersebut dibanderol Rp10 Juta.

Mengetahui harga tersebut dengan spesifikasi laptop yang dinilai rendah, tentu warganet bereaksi dan menilai tak sesuai. Laptop Merah Putih sendiri memiliki spesifikasi memori bawaan 4 GB DDR4, ukuran layar monitor LED-nya 11 inci, dengan dapur pacu prosessor Core 2, Frekuensi > 1,1 GHz, Cache 1 M.

Namun, ada juga warganet yang menduga jika harga tersebut kemungkinan hanya rekomendasi spesifikasi perangkat saja. Selain itu, nantinya para pelajar tidak hanya mendapat unit laptop, tetapi juga kelengkapan pendukung perangkat.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang bertanggung jawab atas program pengadaan laptop Merah Putih ini mengklarifikasi isu harga per  unit yang tidak sesuai dengan spesifikasi perangkat. Kepada awak media, Karo Perencanaan Kemendikbudristek, M Samsuri mengatakan bahwa harga yang dibeberkan bukan hanya laptop, melainkan sudah termasuk perangkat pendukung.

Perangkat pendukung yang dimaksud adalah seperti router, connector, printer dan scanner. Kendati demikian, warganet tetap merasa harga laptop Merah Putih yang per unitnya mencapai Rp10 Juta tidak sesuai dengan spesifikasi yang dihadirkan.

Melihat spesifikasi tersebut, laptop Merah Putih memang setara Chromebook yang mengusung kemampuan mendasar saja. Di pasaran saat ini, Chromebook dengan spesifikasi lebih tinggi yang harganya jauh dari Rp10 Juta banyak beredar.

Samsuri menambahkan, pada tahun ii akan ada 242.565 paket TIK dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik untuk 15.656 sekolah. Pengadaan peralatan TIK tersebut diambil dari vendor dalam negeri yang memenuhi persyaratan TKDN. Ia juga menekankan bahwa harga Rp10 Juta per unit yang ramai dibicarakan tidak bisa dipukul rata.

Perlu diketahui, salah satu vendor lokal yang dilibatkan dalam pengadaan laptop ini adalah PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX). Laptop ini akan menjadi laptop pertama yang diproduksi oleh pemerintah Indonesia. Zyrex dikabarkan telah menerima pesanan 165 ribu unit laptop senilai Rp700 Miliar dan siap untuk memenuhi kebutuhan laptop dalam negeri senilai Rp17 Triliun sampai tahun 2024.

Sementara itu, pemerintah melalui Kemendikbudristek memang tengah mempersiapkan produksi laptop dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan digitalisasi pendidikan di Tanah Air. Sebelumnya, Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menyebut terdapat enam produsen laptop dalam negeri dengan nilai tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) 25 persen dan telah dapat memenuhi kebutuhan pengadaan Kemendikbudristek dan Pemda pada tahun ini.