News

Spanyol Dilanda Rusuh Usai Penangkapan Rapper Pablo Hasel: Toko Dijarah, Motor Dibakar

Penangkapan rapper Pablo Hasel pada Selasa (16/2) pekan lalu benar-benar telah sukses memicu amarah warga Spanyol.


Spanyol Dilanda Rusuh Usai Penangkapan Rapper Pablo Hasel: Toko Dijarah, Motor Dibakar
Sejumlah pengunjuk rasa melemparkan benda-benda ke arah polisi selama protes mengutuk penangkapan repper Pablo Hasel di Barcelona pada Jumat (19/2) pekan lalu

AKURAT.CO, Penangkapan rapper Pablo Hasel pada Selasa (16/2) pekan lalu benar-benar telah sukses memicu amarah warga Spanyol. Setidaknya hingga Minggu (21/2) waktu setempat, kekerasan masih berkobar di jalanan Barcelona. Padahal itu adalah hari keenam protes warga terhadap penangkapan Hasel.

Hasel sendiri memang dikenal sebagai seorang rapper yang vokal mengkritik pemerintah, keluarga kerajaan, serta kepolisian Spanyol. Karena terlalu vokal itulah, Hasel kerap tersandung masalah hukum hingga dibekuk oleh aparat.

Pada Oktober 2011 misalnya, ia ditangkap setelah mengubah sebuah lagu untuk memuji pemimpin kelompok kiri, GRAPO. Lalu pada 2014, pria yang bernama asli Pablo Rivadulla Duro ini kembali dibekuk. Pasalnya, lagu-lagu buatan Hasel saat itu juga bernuansa pujian untuk sejumlah kelompok kiri, termasuk GRAPO, ETA, Red Army Faction, dan Terra Lliure.

baca juga:

Pengadilan Spanyol lalu memvonis Hasel dengan hukuman 2 tahun penjara pada April 2014. Namun, saat itu, Hasel mendapat penangguhan penahanan.

Kemudian, pada tahun 2018-2020, Hasel terlibat dakwaan mendukung terorisme hingga fitnah terhadap monarki Spanyol karena lagu dan unggahan di media sosialnya. Hasel lalu dijatuhi hukuman berdasarkan Undang-Undang (UU) Keamanan Publik dan divonis 9 bulan penjara.

Setelah sempat melarikan diri, Hasel pun berhasil ditangkap oleh aparat di Universitas Lleida pada pekan lalu.

Menanggapi dakwaan hingga penangkapan terbaru Hasel ini, warga Spanyol akhirnya membuat petisi hingga turun ke jalan. Dalam seruannya, warga menilai penangkapan Hasel sebagai bentuk pelanggaran terhadap kebebasan berbicara serta berekspresi.

Tak lupa, para pengunjuk rasa juga menuntut pencabutan UU Keamanan Publik yang disahkan oleh pemerintah konservatif.

"Bagaimana Anda bisa memenjarakan seseorang karena mengekspresikan ide-idenya?" ucap Berta Galofre Pons, seorang ilmuwan politik yang ikut mendukung Hasel.

0 Comments

Leave a comment

Sorry, you mush first