News

Sound Mobil Komando Meledak Massa Tinggalkan Kedubes Singapura, Begini Tuntutannya

massa mulai meninggalkan depan area Kedubes sejak pukul 16.10 WIB.


Sound Mobil Komando Meledak Massa Tinggalkan Kedubes Singapura, Begini Tuntutannya
Potret salah seorang orator massa aksi Bela Ustadz Abdul Somad (UAS) di depan Kantor Kedutaan Besar (Kedubes) Singapura, di Jalan Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (20/5/2022) (AKURAT.CO/PETRUS C. VIANNEY)

AKURAT.CO, Sejumlah massa aksi bela Ustadz Abdul Somad (UAS) memilih pergi usai bertahan dalam gempuran hujan di depan Kantor Kedutaan Besar (Kedubes) Singapura, Setiabudi, Jakarta. 

Berdasarkan pantauan AKURAT. CO di lokasi, massa mulai meninggalkan depan area Kedubes sejak pukul 16.10 WIB. 

Hujan yang mengguyur sejak pukul 15.35 WIB memaksa massa aksi untuk meninggalkan tempatnya dan kembali ke tempatnya masing-masing. 

baca juga:

Salah seorang orator mengatakan alasan mereka meninggalkan area Kedubes lantaran sound pada mobil komando (mokom) meledak akibat terkena hujan. 

"Ada kendala soundnya mobil meledak kena hujan jadi nggak bisa nyala," kata orator di depan Kantor Kedubes Singapura, Jakarta, pada Jumat (20/5/2022) 

Para peserta aksi lainnya terlihat berjalan kaki meninggalkan area Kedubes sambil mencari tumpangan untuk segera kembali ke rumah mereka masing-masing. 

Adapun, petugas kepolisian dan beberapa aparat keamanan lainnya, seperti satuan pengamanan (Satpam) dan Dinas Perhubungan (Dishub) juga memilih pergi meninggalkan area Kedubes. 

Sebagai informasi, Sejumlah massa yang tergabung dalam Pertahanan Ideologi Sarekat Islam (Perisai) menggelar aksi di depan Kantor Kedutaan Besar (Kedubes) Singapura, di Jalan Setiabudi, Jakarta Selatan siang ini. 

Berdasarkan pantauan AKURAT.CO di lokasi pukul 15.35 WIB, hujan disertai petir mengiringi unjuk rasa yang mengecam Singapura karena mencegah UAS masuk ke negara tersebut beberapa waktu lalu. 

Berikut tiga tuntutan massa yang disampaikan dalam unjuk rasa;

1. Mengecam dan mengutuk keras atas tindakan perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan oleh Imigrasi Singapura terhadap Ustaz Abdul Somad.

2. Meminta Kedutaan Besar Singapura yang ada di Indonesia untuk memberikan klarifikasi dan meminta maaf secara terbuka.

3. Usir Duta Besar Singapura karena telah mengusir Ustadz yang dihormati oleh rakyat Indonesia.[]