News

SOTR Dilarang, Anak Buah Anies Siap Lakukan Pencegatan di Jalan 

SOTR Dilarang, Anak Buah Anies Siap Lakukan Pencegatan di Jalan 


SOTR Dilarang, Anak Buah Anies Siap Lakukan Pencegatan di Jalan 
Kastpol PP DKI Jakarta, Arifin. (Akurat.co/Yohanes Antonius)

AKURAT.CO, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melarang  warganya menggelar sahur on the road (SOTR) pada bulan Ramadan tahun  ini, kegiatan ini dinilai rawan terjadi pelanggaran protokol kesehatan dan dapat memicu penularan Covid-19. 

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta Arifin mengatakan, pihaknya bakal menyekat sejumlah ruas jalan di Jakarta untuk meminimalisir kegiatan ini. 

Acara membagi-bagikan makan pada jam menjelang subuh ini memang sudah seperti tradisi di setiap bulan puasa, namun karena puasa kali ini berlangsung di tengah pandemi, maka kegiatan ini pun dilarang. 

"(Untuk mencegah Sahur on the road) Kita akan bergabung pada titik-titik tertentu yang mungkin akan di-ploting penyekatan di beberapa tempat," kata Arifin ketika dikonfirmasi, Senin (12/4/2021). 

Arifin meminta kepada seluruh warga Jakarta untuk mematuhi latarang  ini, kegiatan sahur ataupun buka puasa bersama kata dia sebaiknya dilaksanakan di rumah  bersama keluarga, sebab aktivitas di luar rumah saat ini menurutnya sangat berisiko akan penularan wabah mematikan dari Wuhan, Tiongkok itu. 

"Harapannya, kita jalani kegiatan ibadah puasa ramadan, lebih baik di rumah daripada kita melaksanakan sahur di jalan," tuturnya. 

Selain melarang SOTR, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah  mengeluarkan  panduan beribadah dalam bulan puasa tahun ini. Panduan itu diumumkan lewat berbagai media sosial resmi milik Pemprov DKI pada hari ini.

"Jumlah kehadiran jemaah salat tarawih paling banyak 50 persen dari kapasitas bangunan," demikian bunyi salah satu poin dalam peraturan peribadatan itu yang diunggah di laman facebook Pemprov DKI. 

Pada  poin berikutnya, warga diminta  untuk tidak melaksanakan  kegiatan ibadah ke masjid yang berlokasi di luar lingkungan tempat tinggalnya. Hal ini memudahkan pemerintah  melakukan pelacakan jika terjadi kasus corona klaster tempat ibadah.  

Bayu Primanda

https://akurat.co