Entertainment

Sosok Eddy Gombloh di Mata Keluarga: Paling Lembut

Jenazah Eddy Gombloh dimakamkan di TPU Tegal Alur, Kalideres, Jumat (05/08).

Sosok Eddy Gombloh di Mata Keluarga: Paling Lembut
Eddy Gombloh. (Tangkapan layar YouTube Humoria Indonesia)

AKURAT.CO, Pelawak Eddy Gombloh meninggal dunia dalam usia 80 tahun. Jenazahnya telah dimakamkan di TPU Tegal Alur, Kalideres, Jumat (08/05).

Mendiang Eddy dikebumikan satu liang lahat dengan salah satu anaknya, Yuseno Rahardjo. Ternyata, ini merupakan salah satu permintaan sebelum ia mengembuskan nafas terakhirnya.

"Almarhum sebelumnya minta dimakamkan di sini, satu liang lahat dengan anaknya. Jadi, kita jauh-jauh dari Yogja datang ke sini," ujar Tina Tubalu, istri Eddy Gombloh, dikutip dari YouTube Populer Seleb, Jumat (05/08).

baca juga:

Selain meminta untuk dimakamkan bersama sang putra, sebelum meninggal, Eddy meminta untuk bertemu dengan anak bungsunya. Diketahui, putri bungsunya tinggal di Belanda.

"Beliau minta pulang, jadi dia mau ketemu. Bener, pas pulang langsung," ucap Anita, salah satu putri Eddy.

"Buka matanya. 'Papa saya pulang' dia buka mata, dia bilang 'I love you', dijawab sama anak saya 'I love you', terus dijawab lagi sama papanya 'I love you too' abis itu tutup mata," timpal Tina Lubalu.

Sosok Eddy Gombloh di Mata Keluarga: Paling Lembut - Foto 1
Keluarga mendiang Eddy Gombloh, Anita (tengah) dan Tina (kanan). Tangkapan layar YouTube Populer Seleb.

Tina juga menceritakan suaminya ingin dibelikan kwetiaw padahal untuk makan Eddy sudah menggunakan bantuan selang. Sebagai informasi, Eddy Gombloh sendiri akan berulang tahun pada tanggal 17 Agustus mendatang.

"Ya kita ketawa aja, ya sudah saya bilang. Mau ulang tahun, dia semangat mau ulang tahun, dibeliin kaos bola dari Eropa. Minta pasang bendera juga, '17 Agustus ulang tahun saya pasang bendera biar semua orang merayakan' ya sudah begitu," cerita Tina.

Lebih lanjut, Anita mengungkapkan sampai di saat-saat terakhirnya sang ayah masih suka bercanda. Sosok Eddy Gombloh penuh dengan komedi termasuk saat di rumah.

"Enggak pernah marah orangnya. Papa paling lembut, tidak pernah marah sama anak-anaknya, tidak pernah berkata kasar," kenang Anita.

Sosoknya begitu perhatian pada terhadap keluarga. Menutup perbincangan Anita dan Tina mengatakan bahwa mendiang Eddy selalu mengajarkan tentang saling mengasihi dan kejujuran.

"Papa itu dipercaya orang dari dulu, dari nol itu karena jujur, dia berkawan sama Om Benyamin, Om Ateng. Memang mengajarkan anak-anaknya untuk selalu jujur," pungkas Anita.[]