News

Sosiolog: Masyarakat Miskin Rela Mati Kalau Didoktrin Janji Surgawi

Sosiolog: Masyarakat Miskin Rela Mati Kalau Didoktrin Janji Surgawi


Sosiolog: Masyarakat Miskin Rela Mati Kalau Didoktrin Janji Surgawi
Bincang Hikmah yang diselenggarakan atas kerjasama Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar dan Perkumpulan Pengembangan Masyarakat Islam (P2MI) bersama Akurat.co dengan tema Moderasi Beragama: Menghadapi Gerakan Teror Nalar Publik pada Kamis (15/4/2021) (Tangkapan Layar)

AKURAT.CO, Fenemona bom bunuh diri, khususnya di Indonesia banyak dipicu faktor ekonomi.

Munculnya kesenjangan kesejahteraan di masyarakat ikut berkontribusi besar melahirkan aksi kekerasan oleh pelaku teror.

Hal itu disampaikan akademisi UIN Alauddin Makassar Prof Abd Rasyid Masri dalam Bincang Hikmah yang diselenggarakan atas kerjasama Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar dan Perkumpulan Pengembangan Masyarakat Islam (P2MI) bersama Akurat.co dengan tema Moderasi Beragama: Menghadapi Gerakan Teror Nalar Publik pada Kamis (15/4/2021).

Menurut pakar sosiologi ini, mereka yang terpapar paham teror dan radikal banyak berasal dari level masyarakat bawah.

Masyarakat miskin itu rela mati kalau didoktrin paham tertentu dengan diberikan janji-janji surgawi.

"Mana ada orang kaya bunuh diri dalam konteks terorisme di Indonesia. Orang sejahtera, orang makmur tidak mau bunuh diri . Rata-rata orang yang bunuh diri adalah orang yang frustasi, gagal bertarung dengan kehidupan ini," kata Rasyid Masri.

Sementara itu, Ketua Jurusan PMI UIN Makassar Prof Hasaruddin mengatakan, aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar beberapa waktu disebut sangat menciderai umat Islam khususnya masyarakat Sulawesi Selatan.

"Kami yakin dilakukan tidak sesuai dengan tuntutan ajaran Islam. Sebab Islam adalah agama yang menghormati perbedaan," kata saat memberikan pengantar diskusi. []

Bayu Primanda

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu