News

Sosialisasi 4 Pilar di Pesantren, Gus Jazil: Indonesia antara Keagamaan dan Kebangsaan Tak Dapat Dipisahkan

Peran ulama sangat penting dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia


Sosialisasi 4 Pilar di Pesantren, Gus Jazil: Indonesia antara Keagamaan dan Kebangsaan Tak Dapat Dipisahkan
Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid menggelar sosialisasi dengan para pimpinan pondok pesantren, jajaran Muspida Ciamis, serta anggota DPRD Jawa Barat, Rabu (28/4/2021). (MPR RI)

AKURAT.CO, Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid menilai salah satu kelompok masyarakat yang mempunyai andil besar dalam ikut memerdekakan bangsa Indonesia adalah kaum ulama. Untuk itu dirinya mengingatkan agar tidaksekali-kali melupakan peran dan jasa para ulama.

“Ulama mempunyai peran besar dalam ikut merebut dan mempertahankan kemerdekaan,” ujar Jazilul sebagaimana yang dikutip AKURAT.CO dari keterangan tertulis, Kamis (29/4/2021).  

Dalam kesempatan itu, Jazilul tidak hanya mengingatkan peran ulama dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia. Dirinya juga mengingatkan bahwa bangsa ini merdeka pada saat bulan Ramadan.

"Kita merdeka pada 9 Ramadan Tahun Hijrah. Bung Karno, Bung Hatta, dan yang lainnya saat itu tengah menjalankan ibadah puasa,” ungkapnya.  

Merdekanya Indonesia pada bulan Ramadan menurut Jazilul Fawaid memiliki spirit yang besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bukan suatu kebetulan namun merupakan desain dari Allah SWT. Dari sinilah ia mengatakan di Indonesia antara kehidupan keagamaan dan kebangsaan tak dapat dipisahkan

“Sayangnya kemerdekaan di bulan Ramadan ini tidak diperingati oleh bangsa Indonesia,” ucapnya.  

Dia menuturkan, saat ini Indonesia sudah merdeka meski demikian Gus Jazil mengingatkan apa tujuan Indonesia merdeka. Dikatakan ketika bangsa ini merdeka maka ia harus bisa mensejahterakan rakayatnya serta mampu menciptakan rasa aman, tentram, dan damai.

“Indonesia lahir dengan harapan tidak ada rakyat kelaparan. Bila ada rakyat kelaparan lalu di mana peran negara?," tanyanya.  

Dia berharap negara harus memperkuat keberadaan masyarakat. Negara membutuhkan masyarakat yang kuat. Untuk membentuk masyarakat yang demikian perlunya pendidikan. Pentingnya pendidikan inilah maka dalam konstitusi ada pasal yang menyebutkan besarnya anggaran pendidikan.

“Hanya Indonesia yang mempunyai aturan anggaran pendidikan yang termuat dalam konstitusi. Ditegaskan kembali bahwa kita mendorong adanya masyarakat yang maju. Untuk menciptakan masyarakat yang maju perlu pendidikan,” tuturnya.[]