News

Soroti Kecelakaan Bus Transjakarta yang Kian Meningkat, Pras: Saya Tidak Terima!

Soroti Kecelakaan Bus Transjakarta yang Kian Meningkat, Pras: Saya Tidak Terima!
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi (AKURAT.CO/Yohanes Antonius)

AKURAT.CO Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi mengaku ikut hadir dalam rapat evaluasi kinerja PT Transportasi Jakarta di ruang rapat komisi B DPRD DKI, kemarin, Selasa (2/8/2022). 

Pras yang juga koordinator Komisi B DPRD DKI itu mengatakan, sengaja memantau langsung rapat itu karena ada masalah serius dalam pengelolaan armada Transjakarta. 

"Saya sengaja hadir, sebab ada permasalahan serius yang perlu saya monitor secara langsung, yakni kecelakaan yang sering sering dialami bus Transjakarta. Bahkan dari sejumlah kecelakaan yang terjadi mengakibatkan korban jiwa dari masyarakat," ujarnya dalam keterangannya yang dikutip pada Rabu (3/8/2022). 

baca juga:

Dia menerangkan, tren kecelakaan yang melibatkan armada Transjakarta pada tahun 2022 ini cenderung meningkat. Kondisi itu membuat catatan negatif operasional bus Transjakarta semakin bertambah.

Begitu juga dari sisi manajerial keseluruhan sistem transportasi andalan Pemprov DKI Jakarta itu. 

"Berdasarkan data, selama tujuh bulan terakhir kecelakaan yang diakibatkan atau melibatkan bus Transjakarta mencapai mencapai 444 kasus dengan rincian 181 kasus kecelakaan di triwulan pertama dan 263 kasus di triwulan kedua tahun 2022," ujarnya. 

Pada rapat kemarin itu, dia meminta PT Transportasi Jakarta (TJ) mengevaluasi total kinerja operator mitra yang selama ini bekerja sama dengan perusahaan milik Pemprov DKI itu. Evaluasi total itu penting dilakukan untuk menguji kelayakan kerja sama yang telah dibangun selama ini. 

"Saya meminta PT Transjakarta mengevaluasi total kinerja operator mitra. Bila ditemukan pelanggaran prosedur hingga menyebabkan tak layaknya pramudi atau armada untuk beroperasi, lebih baik putus kontrak kerja sama," katanya. 

Dia mengaku tak terima bila korban terus berjatuhan akibat kesalahan pengelolaan transportasi publik itu. Apalagi sampai kehilangan nyawa hanya karena pelanggaran prosedur. 

"Saya sebagai Ketua DPRD DKI Jakarta tak terima bila ada lagi warga yang harus kehilangan nyawa hanya karena kelalaian," ungkapnya. []