Ekonomi

Sejumlah Menteri Ikut Jokowi ke AS, Rizal Ramli: Kepentingan Nasional Atau?

Menurutnya presiden boleh saja untuk bertemu dengan pengusaha asalkan agendanya jelas untuk kepentingan nasional, bukan untuk kepentingan yang lain.


Sejumlah Menteri Ikut Jokowi ke AS, Rizal Ramli: Kepentingan Nasional Atau?
Tokoh nasional Rizal Ramli bersama pakar hukum tata negara, Refly Harun memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan usai mengajukan uji materi ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) di gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Jumat (4/9/2020). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Ikutnya sejumlah menteri bersama dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Amerika Serikat mulai banyak dipertanyakan oleh khalayak. Menteri yang turut ikut dalam kunjungan salah satunya ialah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Padahal sebelumnya, Menko Marves Luhut telah menyambangi AS lebih dulu untuk bertemu dengan Elon Musk, yang mana berhasil membuat kesepakatan dengan Tesla untuk mengambil suplai nikel dari Indonesia di masa mendatang.

Hal ini menimbulkan komentar dan perbincangan di sosial media, termasuk Rizal Ramli. Menurutnya presiden boleh saja untuk bertemu dengan pengusaha asalkan agendanya jelas untuk kepentingan nasional, bukan untuk kepentingan yang lain.

baca juga:

"Boleh dong Presiden ketemu pengusaha mondial. Yg penting apa agendanya: untuk kepentingan nasional atau hanya kepentingan bisnis Peng-Peng ?," cuit Rizal Ramli di akun twitternya.

Rizal Ramli menyebut nama "Peng-peng" yang merujuk untuk menyebut pejabat yang memiliki kekuasaan sekaligus menjadi pengusaha.

Tak ayal komentar dari Rizal Ramli juga mendapat balasan mengenai permasalahan bisnis yang masih menyangkut soal jual-beli. Seperti penggiat sosial media, Denny Siregar, yang menyatakan bahwa datangnya mereka ke AS untuk 'jemput bola'

"Ini namanya "jemput bola". Sebagai negara yang butuh investasi, wajar aja seorang datang ke investor besar. Apa itu ngemis ? Ya bukan. Itu strategi marketing." cuit Denny.

Sebelum Jokowi pergi bertandang ke AS, CEO Tesla sekaligus pemilik Twitter yang baru Elon Musk menggelar pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan demi membahas perihal kerjasama penyediaan dan produksi nikel di Indonesia yang nantinya akan digunakan sebagai bahan baku untuk baterai mobil-mobil Tesla.