Olahraga

Soroti Bonus Piala Thomas, Olimpian Angkat Besi: Atlet Lebih Baik Fokus Ukir Prestasi

"Sebaiknya, seorang atlet itu memang tidak harus menuntut bonus, meski dirinya mampu berprestasi di level internasional," kata Hadi Wihardja.


Soroti Bonus Piala Thomas, Olimpian Angkat Besi: Atlet Lebih Baik Fokus Ukir Prestasi
IIndonesia juara Piala Thomas 2020 usai mengalahkan China di partai final dengan skor 3-0. (PBSI)

AKURAT.CO, Polemik permintaan bonus bagi tim Piala Thomas 2020 masih terus bergulir. Terbaru, legenda angkat besi, Hadi Wihardja ikut menyorotinya dengan menyebut bahwa seorang atlet diharapkan tidak selalu menuntut pemberian bonus. 

Persoalan permintaan bonus ini mencuat setelah pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie memberi isyarat menanti bonus dari pemerintah, bertepatan dengan hadirnya Presiden Joko Widodo di sela-sela BWF World Tour Finals 2021 di Nusa Dua, Bali.

"Sebaiknya, seorang atlet itu memang tidak harus menuntut bonus, meski dirinya mampu berprestasi di level internasional. Kalau melihat 19 tahunnya, memang agak wajar, namun pemerintah pasti telah memperhitungkan itu," kata legenda angkat besi Indonesia, Hadi Wihardja dalam keterangan resminya, dikutip dari kantor berita Antara, Minggu (5/12).

"Lebih baik fokus saja ukir prestasi terus, pasti yang lainnya akan mengikuti, baik itu penghargaan berupa bonus uang, rumah atau lainnya seperti PNS, jangan di balik, bonus saya mana.”

Mantan atlet angkat besi yang tampil di Olimpiade Musim Panas 1984 itu menilai, kurang tepat apabila atlet menuntut bonus. Menurut Hadi, bonus akan datang sendiri seiring dengan prestasi yang diraih oleh sang atlet.

"Prinsipnya adalah atlet fokus berlatih dengan target juara. Jika dia punya prestasi tinggi, fasilitas berupa bonus dan lainnya pasti akan mengikuti, jangan dibalik,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Kabid Binpres) Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) itu.

“Ya, dewasa ini muncul seorang atlet yang dalam konteks membela negara, berbicara mengenai bonus, apalagi dengan istilah menagih atas pencapaiannya tersebut. Hadiah berupa bonus itu merupakan kebaikan pemerintah, namun semestinya tidak menjadi kewajiban," tegasnya.

Berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 1684 tahun 2015 tentang Persyaratan Pemberian Penghargaan Olahraga kepada Olahragawan, Pembina Olahraga, Tenaga Keolahragaan, dan Organisasi Olahraga diatur bahwa pemerintah akan memberikan bonus berupa uang atau barang bagi olahragawan yang memenuhi persyaratan.

Persyaratan yang dimaksud adalah meraih medali pada ajang SEA Games, ASEAN Para Games, Asian Games, Asian Para Games dan Olimpiade serta Paralimpiade.

Selain itu, ada juga kategori untuk juara kejuaraan dunia maupun kejuaraan Asia resmi single event untuk cabang olahraga Olimpiade, serta menjadi juara pada ajang Islamic Solidarity Games atau Asian Beach Games. Namun aturan tersebut memang belum mengatur secara spesifik kejuaraan single event apa saja yang masuk dalam kategori pemberian bonus pemerintah.

Perihal pemberian bonus ini, Kemenpora sebenarnya sudah memiliki niatan untuk memberikan apresiasi atas prestasi tim Thomas Cup di Denmark beberapa waktu lalu itu dengan mengundangnya ke Istana Negara untuk bertemu Presiden Jokowi. Namun karena waktu yang belum tepat, pemberian apresiasi itu belum bisa dilakukan.

Sebab, usai perhelatan Thomas Cup tersebut, tim Indonesia tidak langsung pulang dan meneruskan tur Eropa ke French Open, German Open dan langsung ke Bali mengikuti International Badminton Festival, yakni Indonesia Masters, Indonesia Open dan World Tour Finals 2021.[]

Sumber: Antara