News

Sorotan Media Turki atas Polemik Nama Jalan Ataturk di Jakarta

Sorotan Media Turki atas Polemik Nama Jalan Ataturk di Jakarta


Sorotan Media Turki atas Polemik Nama Jalan Ataturk di Jakarta
Potret Mustafa Kemal Ataturk (aa.com.tr)

AKURAT.CO, Beberapa waktu lalu, Turki melalui kedutaan besarnya di Jakarta, mengusulkan untuk menamakan salah satu jalan di DKI Jakarta dengan nama Mustafa Kemal Ataturk. Usulan mengganti nama jalan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, dengan nama presiden Turki ini menuai kontroversi di publik Tanah Air.  

Tak hanya di Indonesia, media di Turki kemudian mengemukakan pendapatnya soal ini. Hal ini terlihat dari unggahan Savran Billahi melalui akun Twitter-nya. 

Dalam postingannya itu, penerima Türkiye Bursları Scholar Reading for Master of Arts in History di Universitas Hacettepe Ankara ini men-tweet soal bagaimana publik di Turki menanggapi isu nama Ataturk sebagai nama jalan. 

"Penolakan nama jalan di Jakarta sudah jadi perbincangan publik Turki. Mereka menyayangkan penolakan itu. Daripada memaki, lebih baik jd momen belajar. Bisa memperkeruh hubungan kedua negara. Di media2 Turki, disebutnya malah berlebihan, kelompok Islam radikal."

Dalam unggahannya itu, Savran turut membagikan link media Turki, www.vaziyet.com.tr, yang menampilkan potret Ataturk. Unggahan tersebut dipenuhi berbagai komentar. 

Salah satunya adalah komentar dari akun @uwutdemirci, "Müslümanlığı kitaptan değil sakallılardan öğrenenlerdir kesin. (Yang pasti mereka belajar Islam dari orang berjenggot, bukan dari buku)."

Sebelumnya, pada 12 Oktober 2021, media Anadolu Agency juga sempat menuliskan tentang rencana penamaan jalan ini. Isu itu mengemuka kala Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, melakukan kunjungan dan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Turki, Mevlüt Cavusoglu. 

Cavusoglu mencatat bahwa Indonesia adalah salah satu mitra terpenting Turki di Asia-Pasifik. Ia menyebut banyak kerja sama antar dua negara. 

"Sebagai tanda persahabatan kami, kami menamai jalan-jalan di mana kedutaan kami berada dengan presiden pertama dari kedua negara. Kami memberi nama jalan di mana kedutaan kami berada, Sukarno di Ankara dan Atatürk di Jakarta," ujarnya. []