Olahraga

Solskjaer: Jangan Jadikan Para Pemain Sebagai Kambing Hitam


Solskjaer: Jangan Jadikan Para Pemain Sebagai Kambing Hitam
Pelatih MU, Ole Gunnar Solskjaer, sukses membawa timnya menang 2-1 atas Manchester City di Etihad dalam laga pekan ke-16 Liga Primer Inggris, Minggu (9/12) dini hari WIB (REUTERS/Jason Cairnduff)

AKURAT.CO, Dalam pidatonya pekan lalu, Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock, meminta para pesepakbola harus berkorban di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Namun, pernyataan sang menteri mendapat kritikan keras dari pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer.

Salah satu cara pengorbanan yang diminta Hancock adalah perihal pemotongan gaji. Namun, Solskjaer menentang keras pernyataan tersebut karena pelatih asal Norwegia itu menilai bahwa para pemain sudah banyak berkontribusi secara nyata terhadap masyarakat.

Sikap egois dari Hancock yang mengambinghitamkan para pemain tersebut bahkan dianggap Solskjaer sebagai sikap yang tidak elok, mengingat wabah penyakit ini seharusnya ditanggung secara bersama-sama, bukan justru dilakukan secara sepihak saja.

"Menurut saya, sepakbola terkadang mudah dijadikan sasaran kritik. Tidaklah adil jika menunjuk satu atau sekumpulan pemain karena saya tahu para pemain sudah berkorban banyak dan sangat membantu masyarakat dalam situasi seperti ini," kata Solskjaer sebagaimana dikutip dari Sky Sports.

"Para pemain dan klub sedang berdiskusi soal kontribusi apa yang bisa diberikan. Memang, situasi ini tidak mudah untuk semuanya, dan saya menilai tidak adil jika mereka menyalahkan para pemain,"

"Semua orang juga pernah membuat kesalahan dan dari situlah kita belajar. Yang perlu dilakukan adalah mencari keputusan terbaik. Saya rasa kami semua ingin membantu tenaga medis, masyarakat, dan saya rasa sudah tepat jika klub-klub itu melakukan yang menurut mereka baik."

Sebelumnya juga, mantan pemain MU, Wayne Rooney, juga melayangkan kritiknya terhadap Hancock. Baginya, pernyataan sang menteri hanyalah sebagai pengalihan isu dari ketidakmampuan pemerintah Inggris dalam menangani pandemi ini.[]