Olahraga

Solskjaer: Demonstrasi Anti-Glazer Pengaruhi Kekalahan MU

Ole Gunnar Solskjaer akan memimpin MU akan menghadapi Fulham di Stadion Old Trafford, Manchester, Inggris, Selasa (18/5).


Solskjaer: Demonstrasi Anti-Glazer Pengaruhi Kekalahan MU
Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer. ( TWITTER/@ManUtd)

AKURAT.CO, Menjelang laga kandang menghadapi Fulham di Stadion Old Trafford, Selasa (18/5) atau Rabu dini hari WIB, Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, berbicara tentang performa buruk timnya di dua laga terakhir. Solskjaer menyebut rangkaian demonstrasi anti-Glazer yang dilancarkan timnya turut memengaruhi tim.

Di dua laga terakhir Liga Primer Inggris 2020-2021, Solskjaer mesti melihat timnya kalah 1-2 versus Leicester City dan 2-4 kontra Liverpool. Benar bahwa kekalahan tersebut tak mengusik posisi MU di peringkat kedua klasemen, namun cukup menyakitkan karena dua-duanya terjadi di kandang sendiri.

"Saya tidak ingin menggunakan (demonstrasi) itu karena kami kalah di dua pertandingan, tetapi memang benar itu adalah alasan di balik (buruknya) performa tim," kata Solskjaer sebagaimana dipetik dari BBC.

Demonstrasi anti-Glazer yang pertama telah menunda laga MU-Liverpool pada 2 Maret lalu. Laga terpaksa digeser ke 13 Mei setelah ratusan pendukung merangsek masuk ke dalam lapangan hanya beberapa jam sebelum kick-off.

Demonstrasi berulang ketika MU kembali menjamu Liverpool pekan lalu. Kali ini, polisi setempat harus membentuk barikade di luar stadion sehingga membuat mantan pemain MU, Garry Neville, menyebut suasana di stadion membuat Old Trafford seperti "penjara".

Ditambah lagi jadwal padat MU sejak mereka mengalahkan AS Roma di leg kedua semifinal Liga Europa pada 6 Mei lalu. Dalam waktu 20 hari Setan Merah-julukan MU-mesti menempuh enam pertandingan dengan final Liga Europa menghadapi Villareal pada 26 Mei nanti sebagai laga penutup.

"Secara fisik, tidak mungkin bermain dengan intensitas yang dituntut karena jumlah pertandingan. Kemudian Anda melihat ke persiapan di antaranya dan kami belum punya pemulihan kebugaran dan rutinitas yang sama yang normalnya kami lakukan dan kami belum menyelesaikan persiapan taktik," kata Solskjaer.

Solskjaer berharap suporter dan klub bisa berdamai sehingga memberikan ketenangan bagi timnya menghadapi tiga laga terakhir musim ini. MU akan menghadapi Fulham besok, menjamu Wolverhampton Wanderers di akhir pekan, dan menghadapi Villareal di Gdansk, Polandia, di pekan terakhir Mei.

"Tidak pernah menyenangkan melihat klub tidak bersatu. Kami berharap Selasa (nanti) akan menjadi hari yang positif dan kita bergerak bersama," kata Solskjaer.

"Mood di klub manapun dan hubungan antara tim dan penggemar sangat vital terhadap apa yang terjadi di lapangan. Mudah-mudahan para pemain akan memberi alasan bagi penggemar untuk bergembira. Itu yang bakal kami fokuskan."[]

Hervin Saputra

https://akurat.co