Ekonomi

Sokong PEN, Sinergi Harus Dilakukan Pemerintah untuk Bangkitkan Sektor Properti

Sektor properti disinyalir mampu menjadi salah satu motor penggerak Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di tengah tekanan pandemi Covid-19 yang belum usai


Sokong PEN, Sinergi Harus Dilakukan Pemerintah untuk Bangkitkan Sektor Properti
Sektor properti menjadi salah satu penopang pemulihan ekonomi nasional (PEN). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Sektor properti disinyalir mampu menjadi salah satu motor penggerak Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di tengah tekanan pandemi Covid-19 yang belum usai. 

Pasalnya jika sektor properti bangkit, maka 174 sektor dan 350 UMKM ikut bergerak dan bangkit melawan dampak pandemi Covid-19 yang melemahkan perekonomian. Besarnya multiflyer effect di sektor properti ini pun membuat pemerintah, Bank Indonesia (BI) dan regulator terkait tak segan-segan mengguyurkan stimulus.

Diantaranya pelonggaran rasio loan to value/financing to value (LTV/FTV) kredit/pembiayaan properti menjadi paling tinggi 100 persen untuk semua jenis properti alias uang muka 0 persen. Stimulus terakhir yang digelontorkan pemerintah adalah dengan memberikan insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas pembelian rumah tapak dan rumah susun.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI) Paulus Totok Lusida mengungkapkan, pihaknya berbagai stimulus yang diberikan pemerintah sangat penting agar sektor properti segera bangkit dan bisa menopang pemulihan ekonomi nasional.

"Dengan kondisi yang ada ini kita perlu stimulus agar pemulihan perekonomian nasional bisa jalan, oleh karena itu saya berterima kasih pemerintah memberikan stimulus berupa relaksasi PPN yang dtanggung pemerintah. Tapi kita masih mengharapkan suratnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) bisa turun minggu ini. Kalau kesepakatannya sudah tapi pelaksanaannya belum bisa dilaksanakan selama PMK-nya belum turun," tuturnya dalam sambutannya pada acara webinar di Jakarta beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, kata dia, untuk membangkitkan sektor properti, para pelaku usaha, regulator dan stakeholder terkait perlu melakukan sinergi bersama.

"Perlu kita bersinergi bersama, dengan BTN, dengan SMF untuk membangun tanpa kita bersinergi bersama mustahil untuk kita membangun properti bangkit di 2021, supaya kita semua multiflier effect di sektor properti terjadi terhadap semua industri yang ada," imbuhnya.

Sokong PEN, Sinergi Harus Dilakukan Pemerintah untuk Bangkitkan Sektor Properti - Foto 1
IMG-20210731-WA0002.jpg

Oleh karena itu, pihaknya berharap SMF dapat memberikan dukungan penuh melalui pembiayaan sekunder dan BTN memberikan solusi dan kemudahan pembiayaan di sektor properti kepada end user.

"BTN supaya memberikan solusi-solusi. Sampai hari ini masih banyak sekali filter atau screening yang ketat dilakukan perbankan khususnya BTN, sehingga banyak sekali end user kita mengalami penolakan dalam persetujuan kredit KPR. Sehingga kita harapkan ada solusi-solusi dalam pemecahan persoalan yang ada supaya kita bangkit bersama dalam pemulihan ekonomi nasional," jelas Paulus.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo meyakini, positifnya pertumbuhan kedit perbankan di level 0,4% saat ini tidak lepas dari kontribusi pembiayaan di sektor properti.

"Kalau dilihat kita pertumbuhan kredit nasional saya yakin itu disumbang sektor KPR yang tumbuh 7,2% dan kalau kita lihat pembelian rumah kedua, ketiga, keempat ini saatnya waktu yang tepat," paparnya.

Sementara terkait permintaan REI, Haru mengungkapkan, perbankan bisa saja menyesuaikan aturan terkait screening kredit di sektor properti tetapi tentu perlu diperhatikan regulatornya pun harus demikian menyesuaikan regulasinya.

Namun yang jelas, lanjut Haru, pihaknya telah memberikan kemudahan-kemudahan dan relaksasi kepada para nasabahnya. Bagi nasabah existing, BTN memberikan keringanan penundaan pembayaran dan penurunan suku bunga pinjaman. 

"Terhadap yang akan mengajukan pinjaman, tentu kita akan berikan keringanan penurunan suku bunga, perpanjangan waktu dan juga mungkin persyaratan. Mudah-mudahan ini bisa mendorong demand terhadap permintaan perumahan," pungkasnya.[]