Olahraga

Soal Zii Jia-BAM, Antonsen Punya Pandangan yang "Obyektif"

Lee Zii Jia juga sudah bertemu dengan Presiden BAM, Norza Zakaria


Soal Zii Jia-BAM, Antonsen Punya Pandangan yang
Tunggal putra andalan Denmark, Anders Antonsen. (BADMINTON PHOTO/Raphael Sachetat)

AKURAT.CO, Pebulutangkis ranking tiga dunia asal Denmark, Anders Antonsen, punya pandangan yang cukup “seimbang” tentang kisruh Lee Zii Jia dan Asosiasi Bulutangkis Malaysia (BAM). Antonsen mengatakan bahwa BAM semestinya punya cara untuk mengatasi hal tersebut dengan tepat meski menentang aturan yang mengikat pebulutangkis.

Hal tersebut disampaikan Antonsen dalam program vlog Badminton Experience bersama rekan senegaranya, Hans-Kristian Vittinghus, di akun Youtube pribadinya, Kamis (27/1).

Pertama-tama, Antonsen tidak sepakat dengan aturan Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) yang memberikan wewenang kepada asosiasi/federasi nasional sebagai pemberi izin untuk mendaftarkan pebulutangkis ke turnamen internasional.  

baca juga:

“Aturan ini pertama-tama sangat konyol dan tidak seharusnya ada sejak awal dan kedua juga sangat mengecewakan melihat federasi benar-benar menggunakan aturan ini,” kata Antonsen.

Di sisi lain, Antonsen memahami bahwa BAM merasa mereka sudah berinvestasi besar untuk mendidik Lee Zii Jia sejak usia 13 tahun kemudian sang pebulutangkis memilih pergi ketika berada di posisi yang cukup potensial untuk bisa mendapatkan sponsor sendiri.

“Mereka (BAM) bertahan dengan perasaan kami sudah berinvestasi banyak dan kini ketika Anda sudah mampu menghasilkan sumber (pendanaan) kembali untuk kami dan Anda pergi,” kata Antonsen. “Kalau Anda ingin pergi Anda harus membayar sejumlah yang cukup adil, mungkin ini adalah satu ide yang baik.”

Sementara itu, Vittinghus menganggap apa yang dilakukan oleh BAM terhadap Lee Zii Jia cenderung merupakan penyalahgunaan kekuasaan. Federasi, kata Vittinghus, tidak semestinya menghukum pemain dengan tidak mengizinkan mereka mendaftar ke turnamen internasional.

Di sisi lain, Vittinghus menyoroti beberapa negara yang cukup lunak dengan terhadap kesepakatan antara sponsor dan pemain. Mantan pebulutangkis ranking delapan dunia tersebut mencontohkan Indonesia yang mengizinkan pebulutangkis tim nasional mencapai kesepakatan sponsor secara pribadi.

Beberapa hari lalu BAM memberikan sanksi tidak mendaftarkan Zii Jia ke turnamen internasional karena sang pebulutangkis ingin bermain lepas dari tim nasional. Namun, belakangan BAM memberikan kesempatan untuk solusi 50-50 karena kecaman publik atas tindakan tersebut dan Zii Jia juga sudah bertemu dengan Presiden BAM, Norza Zakaria.[]