News

Soal TPPU Banjarnegara, KPK Dalami Susunan Kepengurusan PT Bumi Rejo Lewat Boyamin

KPK mendalami Boyamin yang berkapasitas sebagai Direktur PT Bumi Rejo


Soal TPPU Banjarnegara, KPK Dalami Susunan Kepengurusan PT Bumi Rejo Lewat Boyamin
Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman saat menghadiri Panggilan KPK terkait kasus TPPU Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono, Selasa (17/5/2022). (AKURAT.CO/Fajar Rizky Ramadhan)

AKURAT.CO, Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman telah selesai diperiksa oleh tim penyidik KPK terkait kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat Bupati nonaktif Banjarnegara Budhi Sarwono.

Dalam hal tersebut, lembaga antirasuah itu mendalami Boyamin yang berkapasitas sebagai Direktur PT Bumi Rejo. Boyamin menjelaskan, telah memberikan segala keterangan yang dibutuhkan oleh tim penyidik.

"Cuman ada 11 pertanyaan, ini satu sampai empat itu data pribadi, keluarga dan segala macem, terus sepuluh sebelas itu penutup, ada yang ditambahkan dan kedua apakah ada paksaan. Nah gitu aja," ucap Boyamin di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (17/5/2022).

baca juga:

Ia mengaku diberikan pertanyaan oleh tim penyidik terkait dengan bagaimana dirinya mengenal tersangka Budhi Sarwono dan juga diminta keterangan terkait susunan kepengurusan PT Bumi Rejo.

"Menjelaskan susunan pengurus Bumi Rejo mulai tahun 1982 sampai 2021. Nah kan 1982 itu Pak Sugeng dan anak-anak di luar Budhi Sarwono, terus saja pemegang sahamnya Pak Sugeng, terus terakhir ketika ini kasusnya jadi macet segala macem, maka diambil alih oleh Pak Sugeng dan saya diminta menjadi direktur," jelasnya.

"Terus ditugasi untuk mengurusi utang-utang. Kemudian ditanyakan tentang gaji, nah itu 5 juta itu. Ya memang begitu.  Malah pendapatan saya kecil waktu jadi kuasa hukum dari 2010-2014 pernah dapet pemenangan perkara 200 juta, 100 juta diluar lima juta per bulan lho ya, tapi justru jadi direktur ini malah menurun gaji saya, honor saya," imbuhnya.

Dalam hal itu Boyamin menjelaskan bahwa dirinya hanya menerima gaji pokok Rp5 juta perbulan dan tidak menerima sedikitpun fee tambahan terkait dengan hal apapun.

Ketika disinggung dengan adanya dugaan fee kepada tersangka Budhi Sarwono, ia membeberkan tidak mengetahui hal tersebut. Ia menegaskan jika mengetahui hal itu, ia memastikan akan menegur dan melarang. 

"Kalau tetap nekat saya laporkan penegak hukum, itu aja pertanyaan tadi sebenernya itu," tegasnya.