Rahmah

Soal Suami Memukul Istri, Begini Penjelasan Al-Quran

Soal Suami Memukul Istri, Begini Penjelasan Al-Quran
Alquran (AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo)

AKURAT.CO Islam merupakan agama yang sempurna. Agama yang diturunkan melalui Nabi Muhammad SAW untuk semua manusia ini memiliki segudang solusi atas persoalan apapun, termasuk persoalan rumah tangga, lebih khusus persoalan "suami memukul istri", yaitu apakah Islam membolehkan atau tidak sama sekali.

Konteks pembahasan memukul Istri dalam Islam berawal dari adanya anggapan bahwa Al-Qur'an mengafirmasi itu. Namun hakikatnya, memukul yang dimaksud dalam ayat suci bukanlah memukul secara mutlak. Ada tahapan-tahapan yang harus dilalui oleh suami jika terpaksa harus melakukan itu.

Pertama, suami harus menasehatinya dengan maksimal. Kedua, jika dinasehati tidak juga taat, maka dengan pisah ranjang. Dan ketiga, jika itu juga tidak membuatnya taat, maka dengan memukulnya.

baca juga:

Allah SWT berfirman;

وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا

Artinya: “Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar” (QS. An Nisa’: 34).

Tafsir Kementerian Agama menyebut, maksud pukullah pada ayat di atas adalah pukulan yang tidak melukai, tidak menyakiti, dan diniatkan karena mendidik. Pukulan harus dilakukan dengan seringan mungkin, bukan niat menyiksa.

Perempuan tidak boleh diperlakukan secara kasar, sebab ia terbuat dari tulang rusuk. Sifatnya sama sebagaimana bagian tubuh itu jika diperlakukan secara kasar.

Dalam sebuah riwayat disebutkan;

اسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ ، فَإِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ ، وَإِنَّ أَعْوَجَ شَىْءٍ فِى الضِّلَعِ أَعْلاَهُ ، فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ ، وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ ، فَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ

Artinya: “Berbuat baiklah pada para wanita. Karena wanita diciptakan dari tulang rusuk. Yang namanya tulang rusuk, bagian atasnya itu bengkok. Jika engkau mencoba untuk meluruskannya (dengan kasar), engkau akan mematahkannya. Jika engkau membiarkannya, tetap saja tulang tersebut bengkok. Berbuat baiklah pada para wanita.” (HR. Bukhari no. 3331 dan Muslim no. 1468).

Islam melarang suami memukul wajah istri. Selain tidak boleh juga menjelek-jelekkan istri, apalagi di muka umum. Suami wajib untuk selalu berbuat baik pada istrinya.

Disebutkan dalam sebuah riwayat,

وَلاَ تَضْرِبِ الْوَجْهَ وَلاَ تُقَبِّحْ وَلاَ تَهْجُرْ إِلاَّ فِى الْبَيْتِ

Artinya: “Dan janganlah engkau memukul istrimu di wajahnya, dan jangan pula menjelek-jelekkannya serta jangan melakukan hajr (mendiamkan istri) selain di rumah” (HR. Abu Daud no. 2142).

Rasulullah sendiri sebagai Nabi tidak pernah memukul istri. Beliau sangat romantis dengan istrinya, bahkan tidak pernah sekalipun menyakiti istrinya. Siti Aisyah menuturkan sebuah riwayat,

مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- ضَرَبَ خَادِماً لَهُ قَطُّ وَلاَ امْرَأَةً لَهُ قَطُّ وَلاَ ضَرَبَ بِيَدِهِ شَيْئاً قَطُّ إِلاَّ أَنْ يُجَاهِدَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ

Aartinya: "Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memukul pembantu, begitu pula memukul istrinya. Beliau tidaklah pernah memukul sesuatu dengan tangannya kecuali dalam jihad (berperang) di jalan Allah”. (HR. Ahmad 6: 229. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim).

Wallahu A'lam.[]