Ekonomi

Soal Skandal Impor Emas Rp47,1 Triliun, Pengamat: Antam Harus Buktikan!

Pengamat BUMN Toto Pranoto menyarankan Antam membuktikan tuduhan penggelapan pajak impor emas senilai Rp47,1 triliun yang dihembuskan anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan.


Soal Skandal Impor Emas Rp47,1 Triliun, Pengamat: Antam Harus Buktikan!
Emas batangan Antam (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Pengamat Badan Usaha Milik Negara Toto Pranoto menyarankan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) untuk membuktikan tuduhan penggelapan pajak impor emas senilai Rp47,1 triliun yang dihembuskan Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan.

"Tuduhan soal penggelapan pajak ini harus bisa dibuktikan dan Antam harus transparan soal ini," kata Toto dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (25/6/2021).

Toto menilai Antam sebagai perusahaan pelat merah yang bergerak dalam bisnis mineral akan menjaga reputasi perseroan dengan baik.

Menurutnya, apabila reputasi tersebut hancur maka nasib harga sahamnya juga ikut terjerembab.

"Pihak Bea Cukai sudah buat klarifikasi soal ini, jadi mudah-mudahan persoalan clear," kata Toto.

Dalam berita sebelumnya, Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan meminta Kejaksaan Agung mengusut tuntas skandal impor emas senilai Rp47,1 triliun melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tanggerang, Banten.

"Ini ada masalah penggelapan, ini ada maling terang-terangan. Saya ingin sampaikan coba diperiksa kepala kantor pelayanan utama Bea dan Cukai Soekarno Hatta. Ini terkait impor emas senilai Rp47,1 triliun," kata Arteria dalam rapat bersama Jaksa Agung Burhanuddin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/6/2021) lalu.

Dia menjelaskan laporan direktur Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan bahwa impor emas yang seharusnya dikenakan bea masuk lima persen justru mendapatkan nol persen yang berpotensi merugikan negara sebesar Rp2,9 triliun. 

"Ini bukan uang kecil di saat kita lagi susah, Pak," tegasnya. 

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co