Rahmah

Soal Rangkap Jabatan di PBNU, PWNU Jatim Pertegas Aturan Organisasi

Menyikapi soal rangkap jabatan, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menegaskan untuk menentukan sikap bagi tempat pengabdiannya.


Soal Rangkap Jabatan di PBNU, PWNU Jatim Pertegas Aturan Organisasi
Rapat gabungan syuriah-tanfidziyah PWNU Jawa Timur di Aula Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Selasa 18 Januari 2022. (Media Center PWNU Jatim)

AKURAT.CO Menyikapi sejumlah kader yang rangkap jabatan, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menegaskan untuk menentukan sikap bagi tempat pengabdiannya. Hal tersebut menyusul pasca-Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama di Lampung, yang merekrut sejumlah tokoh dari NU Jawa Timur.

Sebagaimana dalam pengumuman Susunan Pengurus PBNU periode 2022 - 2027, terdapat nama-nama dari PWNU Jawa Timur, diantaranya: KH Anwar Iskandar (Wakil Rais PWNU Jatim menjadi Wakil Rais Aam PBNU), KH Athoillah Anwar (Katib Syuriah PWNU Jatim sebagai Rais PBNU), Prof Akh Muzakki, Grad Dip SEA, MAg, MPhil, Ph.D (Sekretaris PWNU sebagai Sekjen PBNU), KH Abdus Salam Shohib (Wakil Ketua PWNU Jatim sebagai Wasekjen PBNU) dan beberapa nama lainnya.

Merespon hal ini, PWNU Jawa Timur mengadakan Rapat terbatas Syuriyah dan Tanfidziyah tentang persoalan dan penataan organisasi. Rapat terbatas ini digelar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Selasa (18/1/2022).

baca juga:

Turut hadir dalam rapat ini beberapa tokoh penting NU Jawa Timur, seperti Rais PWNU sekaligus tuan rumah rapat, KH M Anwar Manshur, Wakil Rais KH Anwar Iskandar, KH Mohammad Hasan Mutawakkil Alallah, KH Syafruddin Syarif, KH Abdul Matin Jawahir, KH Hadi Mahfudz, Prof KH Abd A'la, Prof KH Ali Maschan Moesa. Sementara dari jajaran tanfidziyah, ada nama KH Ketua PWNU KH Marzuki Mustamar, dan sejumlah kiai lainnya seperti KH Abdul Hakim Mahfudz, KH Ahmad Reza Zahid, KH Ma'shum Faqih, KH Abdus Salam Shohib, KH Abdurrahman al-Kautsar, dan Gus Nasruddin Ali.

"Kami mencari solusi atas permasalahan keorganisasian dengan diberikannya amanah PBNU kepada sejumlah pengurus PWNU untuk duduk dalam kepenguruaan PBNU 2022-2027," kata Prof Akh Muzakki, dalam keterangannya Rabu, 19 Januari 2022.

Rapat terbatas itu, kata Prof Akh Muzakki menjelaskan, KH Anwar Mansur dan KH Anwar Iskandar mengingatkan pentingnya menaati AD/ART NU sebagai pedoman berorganisasi. Bahwa setiap kader berhak menentukan tempat pengabdiannya, baik di tingkat PBNU maupun di PWNU.

Tentang Prinsip dan Aturan Organisasi

Prof Akh Muzakki menyatakan bahwa forum rapat telah menyepakati pengisian kekosongan jabatan di PWNU yang ditinggalkan karena wafat atau diangkat ke struktural PBNU dengan prinsip menaati aturan organisasi.

"Ya, seperti tidak boleh rangkap jabatan pengurus harian pada jajaran kepengurusn yang berbeda. Selain itu, harus urut kacang dalam pengirisan jabatan sesuai dengan SK kepengurusan," ujar Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya.

Karena selain masalah rangkap jabatan, dalam jajaran PWNU Jatim juga terdapat sejumlah nama yang meninggal dunia. Untuk itu, PWNU Jatim membutuhkan tampilnya kader utama untuk mengisi kekosongan.

Para masyayikh juga telah memerintahkan untuk menginventarisi figur-figur potensial yang bisa diberi amanah untuk menjabat di kepengurusan hasil PAW, yang hasil resminya akan diputuskan di rapat gabungan pada Selasa 25 Januari mendatang.

"Menyepakati bahwa penentuan figur didasarkan pada dua prinsip: kapasitas keilmuan/pengalaman dan loyalitas ke organisasi (rais syuriyah)," jelas Prof Akh Muzakki. []