Tech

Soal PSE Lingkup Privat, Berikut Imbas Dari Pemblokiran Platform

Mereka diblokir karena belum mendaftarkan diri ke Kominfo.

Soal PSE Lingkup Privat, Berikut Imbas Dari Pemblokiran Platform
Ilustrasi aplikasi PayPal. (pexels.com/brettjordan)

AKURAT.CO, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah memblokir tujuh Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat yang ada di Indonesia. Hal itu dilakukan sejak Sabtu 30 Juli 2022.

Antaralain platform digital tersebut yakni Yahoo, PayPal, Epic Games, Steam, Dota, Counter Strike, dan Origin.

Mereka diblokir karena belum mendaftarkan diri ke Kominfo.

baca juga:

Karena pemblokiran ini ternyata masyarakat yang berprofesi sebagai pekerja lepas (freelancer) kini jadi merugi, terhadap klien -klien mereka dari luar negeri.

Pasalnya, kebanyakan pembayaran pekerjaan lintas negara tersebut, banyak menggunakan aplikasi PayPal untuk melakukan transaksi.

Dan, ternyata kerugian juga bukan hanya dirasakan para gamers yang tidak lagi bisa mengakses game dari platform layanan distribusi digital, tetapi juga para pengembang game lokalnya yang merilis game - game baru.

Lantas bagaimana dampaknya terhadap ekonomi? Menurut lembaga kajian ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), akan ada potensi penurunan tingkat investasi di sektor ekonomi digital akibat pengaturan soal Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) lingkup pribadi.

Ekonom INDEF menilai aturan PSE lingkup pribadi yang dikeluarkan Kominfo berpotensi dipandang sebagai pengekangan dan ketidakramahan Indonesia akan perkembangan digital.

Hal ini sangat terasa dengan banyaknya developer lokal yang memanfaatkan platform Steam, Origin, dan Epic Games untuk memasarkan game besutannya.

Pengamat industri games Yabes Elia mengatakan bagi developer lokal, pemblokiran ini akan membuat developer lokal sulit menjual produknya karena mereka harus memasang VPN untuk mengakses platform - platform tersebut.

Seperti diketahui, Kementerian Kominfo membuka sementara blokir PayPal dan terhitung efektif mulai Senin (1/8) hingga Jumat (5/8/2022).

Ya, pembukaan itu dilakukan untuk memberikan kesempatan untuk masyarakat yang masih menyimpan dana di PayPal agar bisa segera memindahkan dananya ke aplikasi lain.

Johanna Gani, CEO Grant Thornton Indonesia mengatakan secara umum, pemblokiran ini tak hanya berdampak pada pihak tertentu saja, tetapi juga berpengaruh pada hak - hak masyarakat secara umum. Terutama hak masyarakat untuk memenuhi kebutuhan ekonominya.

"Ya,  anyak orang seperti freelancer yang menggantungkan hidupnya melalui PayPal," jelas Johanna Gani belum lama ini.

Kendati begitu, Johanna Gani mengatakan pada intinya tetap mendukung langkah Kominfo dalam menegakkan aturan perihal pendaftaran PSE. 

Hanya saja, Ia menilai seharusnya yarankan pemerintah juga mengeksplorasi berbagai opsi lain agar tidak langsung berdampak pada para pengguna. 

"Tidak hanya itu, banyak pula masyarakat yang memanfaatkan Steam dan platform gaming lainnya untuk mendapatkan penghasilan seperti developer game lokal dan juga para atlet E-Sports yang sehari - harinya menggunakan platform tersebut untuk melatih skill mereka," tambah Johanna Gani.

Sekedar info, kewajiban pendaftaran ini merupakan amanat Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat.

Apabila perusahaan belum melakukan pendaftaran, maka pemutusan akses akan dilakukan secara berkala sesuai perundang - undangan yang berlaku.

Namun, Kominfo menjelaskan pemutusan sistem elektronik tidak bersifat permanen selama perusahaan telah menyelesaikan proses pendaftaran PSE kepada Kominfo.

Langkah ini menjadi sorotan banyak pihak, pasalnya, pemblokiran tersebut dinilai sangat merugikan, tidak hanya dari pihak platform/aplikasi, namun juga masyarakat Indonesia.[]