News

Soal Pilgub DKI Jakarta, Basri Baco Minta Zaki dan Airin 'Diadu Secara Fair'

Basri Baco meminta DPP Partai Golkar tidak mengusung tokoh sebagai cagub-cawagub DKI Jakarta 2024 secara sepihak.


Soal Pilgub DKI Jakarta, Basri Baco Minta Zaki dan Airin 'Diadu Secara Fair'
Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI, Basri Baco (barisan depan, batik kuning) pada saat memimpin Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta menerima kunjungan anggota Parlemen Bhutan, Jumat (6/9/2019) (Dokumen Akurat.co)

AKURAT.CO, Sekretaris DPD Golkar DKI Jakarta Basri Baco meminta DPP Partai Golkar melakukan uji publik tokoh yang akan diusung dalam Pilgub DKI Jakarta 2024 mendatang.

Basri mengatakan, uji publik menjadi jalan tengah bila skenario pengusungan calon gubernur DKI Jakarta dari poros Partai Golkar melahirkkan lebih dari satu tokoh. Dia menegaskan bahwa DPP Partai Golkar tidak boleh sepihak dalam menentukan kader yang akan diusung di Pilgub DKI Jakarta.

"Iya kan enggak bisa diputuskan (sepihak). Sekarang katakanlah kita (DPD Golkar DKI Jakarta) punya calon, anggaplah DPP juga punya calon, ya kita adu saja secara fair mana yang diterima masyarakat, mana yang punya peluang besar, mana yang paling yakin kita bisa menang. Ya itu yang kita telurkan," katanya kepada AKURAT.CO, Rabu (23/3/2022). 

baca juga:

Untuk diketahui, DPD Golkar DKI Jakarta hingga kini tetap menjagokan Ketua DPD Golkar DKI Jakarta, Ahmed Zaki Iskandar untuk diusung sebagai calon gubernur DKI Jakarta tahun 2024.

Sementara, publik di ibu kota memprediksi DPP Golkar bakal mengusung mantan Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany sebagai calon gubernur DKI Jakarta.  Opini ini mencuat setelah pertemuan antara Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh beberapa waktu lalu. Pada pertemuan itu, Airin diperkenalkan dengan Bendahara Umum Partai Nasdem yang juga Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni. 

Terkait munculnya dua tokoh dalam internal Partai Golkar itu, Basri Baco mengatakan, saat ini, sebaiknya tokoh-tokoh Partai Golkar yang hendak ikut berkontestasi di Pilgub DKI Jakarta untuk bekerja mengenalkan diri ke publik.

"Sekarang biarkan mereka bekerja karena Golkar ini kan merindukan kemenangan di DKI 25 tahun lamanya, karena salah-salah menentukan pilihan itu, salah menentukan calon gubernur, tidak berprinsip pada siapa yang paling punya peluang," katanya. 

Dia menambahkan, saat ini, Ketua DPD Golkar DKI Jakarta Ahmed Zaki Iskandar memang belum secara massif mengenalkan diri ke masyarakat. Hal itu bukan karena tak berpeluang besar meraih simpatik publik. Namun semata karena ingin agar publik berkonsentrasi terhadap tokoh calon Presiden asal Golkar yang juga Ketum Golkar, Airlangga Hartarto. 

"Beliau ini sekarang belum mau mempromosikan diri karena beliau masih fokus terhadap Pilpres, mempromosikan ketua umum, itu perintahnya (Ahmed Zaki) kepada kami sebenarnya. Karena kan nanti terpecah konsentrasi masyarakat, Pilkada itu masih nanti tergantung hasil Pilpres dan Pileg," katanya.[]