News

Soal Perubahan Jam Masuk Kantor, Polda Metro Tunggu Keputusan Pemprov DKI

Polda Metro Jaya masih menunggu keputusan Pemprov DKI Jakarta dan sejumlah pihak lainnya terkait perubahan jam kerja kantor.

Soal Perubahan Jam Masuk Kantor, Polda Metro Tunggu Keputusan Pemprov DKI
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman (AKURAT.CO/Anisha Aprilia)

AKURAT.CO, Polda Metro Jaya masih menunggu keputusan Pemprov DKI Jakarta dan sejumlah pihak lainnya terkait perubahan jam kerja di kantor.

"Masih menunggu dari Pemprov (DKI Jakarta) yang adakan. Nanti didiskusikan baru diputuskan kita bersama," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (22/9/2022).

Latif menegaskan, pihaknya bukan penentu tunggal dalam kebijakan ini. Namun dalam hal ini hanya sekadar pemberi saran berdasarkan data-data yang ada di lapangan.

baca juga:

"Kami yang berada di lapangan ingin menyampaikan ini data-data di lapangan yang bisa kita manfaatkan untuk mengurai kemacetan, tapi ini perlu kajian instansi terkait," ujarnya.

Latif juga menekankan, permasalahan kemacetan di Jakarta bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian saja, melainkan semua pihak, termasuk masyarakat.

"Jadi saya memohon betul bahwa kemacetan ini bukan hanya tanggung jawab petugas, tapi tanggung jawab seluruh pemakai jalan. Jadi masyarakat pun juga berperan di situ, masyarakat juga harus mau mengetahui, mau mematuhi aturan-aturan yang ada sehingga kemacetan-kemacetan ini bisa sedikit terurai," pungkasnya.

Sebelumnya, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengaku telah menggelar rapat koordinasi bersama pemerintah daerah, kementerian, hingga pengusaha untuk membahas pengaturan jam kerja atau jam masuk kantor. Adapun jamnya masih dalam terus digodok untuk bisa segera dilaksanakan.

"Sudah kita lakukan rapat dan hasilnya mereka menyepakati dan akan kita godok kembali, kapan pelaksanaannya," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Latif Usman dalam keterangannya, Selasa (23/8/2022).

"Baik dari Kemen PAN-RB, Ketenagakerjaan, Kementerian Pendidikan, Pemda DKI, asosiasi seperti Aspindo, pengusaha-pengusaha angkutan dan mereka menyepakati," sambungnya.

Lebih lanjut, Latif mengatakan, usulan pengaturan jam kerja ini bertujuan untuk menghindari kemacetan di Jakarta. Latif menilai kepadatan arus lalu lintas di Ibu Kota selalu terjadi pada pukul 06.00-09.00 WIB. Kepadatan itu terjadi karena semua orang keluar rumah bersamaan untuk beraktivitas, baik anak sekolah hingga para pekerja.

Oleh karena itu, ia berharap agar wacana ini bisa segera disepakati dan diterapkan secepat mungkin. Pasalnya, berdasarkan data Ditlantas Polda Metro menunjukkan persentase kemacetan jalanan di Jakarta saat ini mencapai 48 persen pada jam berangkat dan pulang kerja.

"Kemacetan sudah sampai 48 persen sehingga betul-betul sudah tidak sangat nyaman, terutama jam 07.00 sampai dengan jam 09.00 dan pulang kerjanya itu di jam 14.00 sampai dengan jam 16.00," ucap Latif. []