Olahraga

Soal Permintaan Training Center STY, Fakhri Mengaku Sudah Minta Sejak 2018

PSSI memang tidak punya pusat pelatihan khusus bagi Timnas Indonesia, dari level senior hingga kelompok usia.


Soal Permintaan Training Center STY, Fakhri Mengaku Sudah Minta Sejak 2018
Petalih Timnas Indonesia U-16 Fakhri Husaini saat sesi latihan jelang pertandingan final Piala AFF U-16 2018, di Stadion Jenggolo, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (10/8/2018). Fakhri menjelaskan, pertandingan babak final dengan skenario duet si kembar 'Bagus-Bagas' akan bisa terjadi bila memang kebutuhan tim. Apalagi Bagas bisa bermain depan dan belakang. (AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo)

AKURAT.CO, Eks Pelatih Tim Nasional Indonesia U-19, Fakhri Husaini, menyebut bahwa ia sudah meminta pusat pelatihan (training center) nasional sejak 2018. Pernyataan ini disampaikan Fakhri sehubungan isu permintaan pusat pelatihan oleh Pelatih Timnas Indonesia saat ini, Shin Tae-yong.

Sudah menjadi rahasia umum, Timnas Indonesia kelompok usia muda selalu bisa mengukir prestasi, tapi Timnas senior justru seret gelar, bahkan di level Asia Tenggara.

Ya, pelatih Shin Tae-yong baru saja gagal membawa Timnas Indonesia U-23 meraih medali emas di kancah SEA Games 2021.

baca juga:

Banyak komentar yang menjurus pada pemecatan Shin Tae-yong. Namun, alih-alih menanggapi hal tersebut, pelatih asal Korea itu justru memberi masukan serius ke PSSI.

"Sebenarnya lebih baik netizen bicara tentang training center. Jadi, kita dapat membahas bersama-sama dengan PSSI untuk membangun training center," ujarnya.

"Jadi, dengan adanya training center nanti, Indonesia bisa mengembangkan sistem sepak bola usia dini. Baru setelah itu bisa berkembang," ucap pelatih asal Korea itu.

"Sepak bola Indonesia akan lebih baik dan masa depannya bakal lebih cerah lagi."

Diketahui, PSSI memang tidak punya pusat pelatihan khusus bagi Timnas Indonesia, dari level senior hingga kelompok usia.

TC Timnas kerap berpindah-pindah dari satu lapangan ke lapangan lainnya. Bahkan, kompleks latihan di Gelora Bung Karno pun bukanlah milik PSSI, tapi milik Mensekneg.

Ada rencana jika Timnas Indonesia akan berlatih di Jakarta International Stadium (JIS). Namun, lagi-lagi fasilitas itu bukan milik PSSI, tapi milik Pemprov DKI Jakarta.

Fakhri Husaini: Saya Minta 5 TC se-Indonesia

Pembahasan soal training center Timnas Indonesia makin pelik. Masuk akal, tapi sulit untuk diwujudkan PSSI dalam waktu dekat.

Bahkan, pembahasan ini sudah pernah dilakukan pada tahun 2018 lalu, ketika Fakhri Husaini dan skuat Timnas U-16 kala itu, diundang oleh Jokowi ke Istana Negara.

Sebagai pelatih kepala Timnas U-16, Fakhri Husaini memberikan usul jika pemerintah bisa membuat fasilitas Training Center sebagai solusi untuk kelanjutan prestasi.

"Empat tahun lalu, tepatnya 4 Oktober 2018, ketika Timnas U-16 diterima Presiden Joko Widodo, presiden menanyakan pada saya, apa lagi yang bisa kami bantu, Coach?"

"Saya menjawab, tolong Bapak buatkan fasilitas training center untuk Timnas Usia Muda di lima pulau besar, Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Papua," tulis Fakhri.

Bahkan, jika permintaan sang pelatih terlalu muluk, Fakhri Husaini memberikan opsi yang lebih ringan, cukup tiga fasilitas TC saja.

"Jika pemerintah kesulitan karena usulan saya terlalu banyak, cukup Bapak buatkan tiga fasilitas training centre saja, di wilayah Indonesia bagian Barat, Tengah, dan Timur."

Menurut kesaksian Fakhri, Presiden Jokowi mendengarkan usulnya dengan seksama, disaksikan oleh banyak orang, dan juga dicatat oleh Menteri Sekretariat Negara.

"Alhamdulillah usul saya didengar oleh presiden dan Menpora Imam Nahrawi, dicatat pula oleh Mensekneg Pratikno. Tapi sampai sekarang belum juga dibangun."

"Saya mencoba untuk berpikir positif, mungkin presiden masih sibuk memikirkan masalah bangsa dan negara yang lebih menjadi prioritas," pungkas sang pelatih.

Timnas Indonesia di SEA Games 2021

Sebagaimana diketahui, Timnas Indonesia lagi-lagi mentok meraih perunggu di SEA Games 2021. Padahal sebelumnya, skuat Garuda setidaknya meraih medali perak.

Timnas Indonesia justru kalah dari Thailand di semifinal, mendapatkan tiga kartu merah, dan berdampak saat laga perebutan medali perunggu vs Malaysia, Minggu (22/5).

Witan Sulaeman Cs kesulitan menembus gawang Malaysia, begitu pula sebaliknya, sehingga laga berlanjut dengan adu penalti.

Indonesia akhirnya menang dengan agregat 4-3 atas musuh bebuyutannya, Malaysia, dan berhak berkalung medali perunggu.[]

Lihat Sumber Artikel di Indosport Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Indosport.com Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Indosport.com