Ekonomi

Soal Penyelewengan Dana ACT, PPATK Minta Donatur Waspada Pilih Lembaga Penyalur Donasi

PPATK juga meminta para donatur hendaknya waspada dalam memilih ke mana atau melalui lembaga apa sumbangan itu akan disalurkan


Soal Penyelewengan Dana ACT, PPATK Minta Donatur Waspada Pilih Lembaga Penyalur Donasi
Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana memberikan laporan kepada Komisi III saat mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) di Nusantara II, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Senin (31/1/2022). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkapkan adanya indikasi yang digunakan oleh pengumpul dana oleh platform penyalur donasi baik online ataupun langsung kepada pengelola.

Tentunya ini masih terkait dengan adanya penyelewengan dana umat oleh organisasi sosial Aksi Cepat Tanggap (ACT) ramai menjadi perbincangan masyarakat.

Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Ivan Yustiavandana mengatakan jika adanya indikasi dugaan penyelewengan penggunaan dana yang diterima dari masyarakat dan para pihak lain. 

baca juga:

“Ini sudah terendus sejak laporan disampaikan oleh Penyedia Jasa Keuangan/PJK kepada PPATK. Ada beberapa transaksi yang yang melanggar peraturan perundang-undangan,” ucap Ivan, dalam keterangan resminya, Selasa (5/7/2022). 

Selain itu, PPATK juga menemukan beberapa modus lain yang menggunakan pengumpulan dana sumbangan dengan kotak amal yang banyak ditemukan di depan minimarket, yang mana identitasnya tidak jelas serta tidak dapat di pertanggungjawabkan akuntabilitas dan kredibilitasnya.

“Menyumbang dan berbagi memang dianjurkan oleh seluruh ajaran agama, akan tetapi para donatur hendaknya waspada dalam memilih ke mana atau melalui lembaga apa sumbangan itu akan disalurkan,” ujar Ivan. 

Berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh World Giving Index Charities Aid Foundation (CAF) 2021, Indonesia menjadi negara paling dermawan. 

Hal ini senada dengan data donasi online yang dirilis oleh salah satu platform galang dana dan donasi online di Indonesia, bahwa sepanjang tahun 2021 tercatat lebih dari 3 juta donatur berdonasi ke aplikasi yang tersedia. 

Partisipasi yang dilakukan oleh banyak orang ini disalurkan untuk 36.000 kegiatan atau program penggalangan dana sosial, untuk membantu dan meringankan beban masyarakat yang membutuhkan seperti korban bencana alam, pendidikan, tempat tinggal, hingga program sosial dan kemanusiaan lainnya.