News

Mobil Mewah Petinggi ACT, Presiden ACT: Itu Dibeli untuk Muliakan Tamu

mobil mewah itu dibeli hanya sebagai inventaris lembaga bukan milik pribadi


Mobil Mewah Petinggi ACT, Presiden ACT: Itu Dibeli untuk Muliakan Tamu
President ACT Ibnu Khajar saat konferensi pers (AKURAT.CO/Anisha Aprilia)

AKURAT.CO, Laporan investigasi majalah Tempo yang bertajuk 'Kantong Bocor Dana Umat' menyebutkan adanya penggunaan mobil mewah untuk kendaraan dinas petinggi ACT. Mobil seperti Alphard, Pajero hingga Honda CRV dipakai sejumlah petinggi lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang menduduki jabatan mulai dari manajer, direktur hingga presiden di lembaga Filantropi itu. 

Terkait hal ini, Presiden ACT Ibnu Khajar membenarkan adanya penggunaan kendaraan mewah tersebut. 

Namun, Ibnu menjelaskan mobil mewah itu dibeli hanya sebagai inventaris lembaga bukan milik pribadi. Mereka membeli kendaraan tersebut untuk mobilitas karyawan dalam menunaikan program.

baca juga:

"Kendaraan mewah dibeli tidak untuk permanen, hanya untuk tugas ketika dibutuhkan, untuk menunaikan program. Jadi semacam inventaris, bukan menetap di satu orang," ujar Ibnu saat konferensi pers di kantor ACT, Senin (4/7/2022).

Ibnu menambahkan, kendaraan mewah itu digunakan untuk beberapa hal, seperti memuliakan para tamu hingga bertugas ke daerah-daerah tertentu saat melaksanakan program.

"Sebelumnya diberitakan, tentang mobil Alphard. Ini dibeli lembaga untuk memuliakan tamu kami seperi ustadz, tamu yang datang dari bandara, digunakan untuk jemput mereka,” katanya. 

“Kendaraan ini lebih maksimal untuk membantu masyarakat. Termasuk untuk masuk ke daerah-daerah, untuk operasional tugas kami di lapangan," sambungnya.

Namun, kata Ibnu, kendaraan dinas petinggi ACT tersebut telah dijual sejak 11 Januari 2022.

"Sejak 11 Januari, semua kendaraan sudah kami jual untuk menutupi kewajiban lembaga. Kemarin diberitakan (penggunaan mobil Alphard, Pajero, Honda CRV), tapi Juli awal sudah tidak ada kendaraannya karena kendaraan dijual awal Februari," jelasnya. 

"Karena ini sifatnya inventaris, jika lembaga butuh, ya dijual untuk dana program. Ini semua diatur manajemen untuk beli inventaris dan kapan dijual," terangnya.

Ibnu menerangkan, saat ini pimpinan ACT hanya menggunakan mobil-mobil standar untuk operasional. Selain itu, beberapa mobil yang digunakan masih berstatus kendaraan sewa.

"Level ketua yayasan, Presiden ACT menggunakan Innova lama. Adapun Innova ini hasil sewaan. Vice President, Direktur Eksekutif, untuk operasional kerja yang digunakan ke kantor berupa Avanza atau Xpander. Ini bukan inventaris lembaga semua, melainkan sebagian masih sewa ke vendor," ucap Ibnu. []