News

Soal Penganiayaan Santri di Ponpes Gontor, Luqman Desak Pemerintah Segera Buat Permenag

Soal Penganiayaan Santri di Ponpes Gontor, Luqman Desak Pemerintah Segera Buat Permenag
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Luqman Hakim (Dpr.go.id)

AKURAT.CO, Anggota Komisi VIII DPR Luqman Hakim menyoroti kasus penganiayaan yang menewaskan santri di Pondok Pesantren Darussalam Gontor, Jawa Timur. 

Luqman mengapresiasi langkah cepat dan tegas pengasuh Ponpes Modern Gontor yang sudah mengeluarkan santri-santri terduga pelaku kekerasan dan mengembalikan mereka kepada masing-masing orang tuanya. 

"Selain itu, permohonan maaf yang telah disampaikan pihak Pondok Pesantren Modern Gontor secara terbuka kepada keluarga korban dan masyarakat, menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Modern Gontor memiliki tekad kuat untuk menghindarkan lembaga pendidikannya dari kemungkinan terulangnya kembali tindak kekerasan di masa mendatang," kata Luqman dalam keterangannya pada Rabu (7/9/2022). 

baca juga:

Dirinya meminta agar Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas membuat Permenag yang mengatur tentang pencegahan tindak kekerasan di lembaga agama. 

"Mendukung Menteri Agama H. Yaqut Cholil Qoumas untuk segera mengesahkan Rancangan Peraturan Menteri Agama tentang Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Kekerasan pada Lembaga Pendidikan Agama dan Keagamaan. Peraturan ini penting sebagai pedoman lembaga pendidikan agama dan keagamaan untuk mencegah terjadinya tindak pidana kekerasan di dalam lembaganya," imbuh Luqman. 

Luqman juga mendukung langkah Menag Yaqut yang punya komitmen kuat mengembangkan praktek kehidupan keagamaan yang moderat dan anti-kekerasan. 

"Saya optimis dalam waktu dekat regulasi ini akan disahkan dan diberlakukan secara resmi," ujar dia. 

Ketua PP GP Ansor ini juga mendorong masyarakat untuk memperkuat kepedulian dan dukungan kepada pondok pesantren di seluruh Indonesia. 

"Dukungan kuat dari masyarakat kepada pondok pesantren, akan berdampak sangat positif proses pendidikan yang berlangsung di dalam pondok pesantren sekaligus menempatkan (kembali) pesantren sebagai lembaga pendidikan berbasis keswadayaan masyarakat," tegas Luqman. 

"Sehingga, pondok pesantren akan menjadi bagian tak terpisahkan dari ekosistem kemandirian pendidikan masyarakat," tandasnya. 

Sebagai informasi, seorang ibu dari salah satu santri di Pondok Pesantren Ponorogo mengadu kepada pengacara Hotman Paris bahwa anaknya telah meninggal diduga akibat kekerasan. Diketahui bahwa putranya mengalami luka lebam di sekujur tubuhnya. 

Ibunda dari santri tersebut lantas meminta bantuan hukum kepada Hotman Paris untuk kasus anaknya.

Soimah, ibu santri tersebut sempat menutup mulut terkait kasus anaknya, karena pihak pesantren sudah berjanji akan menyelesaikan permasalahan tersebut. Namun, seminggu berselang, pihak pesantren belum menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan kasus kematian putra sulungnya tersebut. Sehingga, Soimah memutuskan untuk mengadu kepada pengacara Hotman Paris. []