News

Soal Pemasangan Erection Girder JPM Dukuh Atas, Begini Rekayasa Lalu Lintas

sehubungan dengan pelaksanaan Pekerjaan Erection Girder Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Dukuh Atas.


Soal Pemasangan Erection Girder JPM Dukuh Atas, Begini Rekayasa Lalu Lintas
Tampak suasana Stasiun Light Rapid Transit (LRT) di kawasan Cibubur, Jakarta, Rabu (12/8/2020). Pengoperasian LRT tersebut molor karena masih menunggu rute tambahan selesai dibangun yakni Dukuh Atas. (AKURAT.CO/Dharma WIjayanto)

AKURAT.CO, PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ) bersama KSO Waskita Bersama Vision First dan Waskita Beton Precast, melakukan rekayasa lalu lintas di area Jalan Galunggung akan dilakukan mulai dari tanggal 18 Mei – 20 Mei 2022, pukul 22:00 – 04:00 WIB. Hal ini dilakukan sehubungan dengan pelaksanaan Pekerjaan Erection Girder Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Dukuh Atas.

Jalan Galunggung akan ditutup selama pekerjaan Erection Girder berlangsung, pengalihan lalu lintas akan dilakukan sebagai berikut:

• Lalu lintas dari Manggarai menuju Jalan Jenderal Sudirman dialihkan melalui Jalan Gembira – Jalan H.R. Rasuna Said dengan memutar balik di depan Gedung Bappenas – Jalan H.O.S. Cokroaminoto – Jalan Imam Bonjol – Jalan Jenderal Sudirman atau melalui Jalan Madiun – Jalan Imam Bonjol – Jalan Jenderal Sudirman.

baca juga:

• Sedangkan lalu lintas dari arah Karet menuju Manggarai akan dialihkan melalui Jalan Margono Djoyohadikoesoemo – Jalan Galunggung – Belok Kanan ke Jalan Jenderal Sudirman arah Semanggi atau memutar balik melalui kupingin BNI ke arah Harmoni.

"Para pengguna jalan diimbau untuk menghindari ruas jalan tersebut dan dapat menyesuaikan pengaturan lalu lintas yang ditetapkan, selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan petunjuk petugas di lapangan, serta mengutamakan keselamatan di jalan," ungkap Corporate Secretary Group Head, Astrid Pramudityo dalam keterangan tertulisnya di Jakarta (19/5/2022). 

KSO Waskita Bersama Vision First dan Waskita Beton Precast selaku pelaksana bertanggung jawab sepenuhnya terhadap keselamatan dan keamanan pengguna jalan di sekitar lokasi pelaksanaan pembangunan untuk membangun Jembatan Penyebrangan Multiguna (JPM) demi menghadirkan fasilitas publik yang nyaman, ramah, dan mengutamakan penggunaan transportasi publik bagi masyarakat.[]