News

Soal Omongan Paloh Tak Perlu Ada Pemilu, Willy: Itu Otokritik Terhadap Proses Demokrasi

Willy meminta semua pihak harus melihatnya secara utuh maksud ucapan Surya Paloh itu.

Soal Omongan Paloh Tak Perlu Ada Pemilu, Willy: Itu Otokritik Terhadap Proses Demokrasi
Ketua Panja RUU TPKS/Wakil Ketua Baleg DPR RI Willy Aditya memberikan penjelasan saat menjadi pembicara dalam diskusi Forum Legislasi di Media Center, Nusantara III, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (26/7/2022). Diskusi ini membahas (Sopian)

AKURAT.CO, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh sempat mengatakan bahwa tidak perlu ada pemilihan umum (pemilu) apabila masih timbul perpecahan. 

Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya menyebut bahwa orasi ilmiah ketua umumnya itu terkait tidak perlu diadakannya pemilu apabila berujung pada perpecahan bangsa bukan merupakan tawaran politik. 

"Pernyataan Pak Surya itu refleksi dan otokritik terhadap proses berdemokrasi. Apa yang disampaikan Pak Surya itu bukan sebuah tawaran politik. Bukan ya. Tapi, itu pandangan yang sifatnya akademis,” kata Willy Aditya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (28/07/2022).

baca juga:

Willy meminta semua pihak harus melihatnya secara utuh maksud ucapan Surya Paloh itu. Maksudnya, harus dilihat teks dan konteksnya seperti apa. 

Sebab, dirinya menyayangkan jika ada pihak yang merespons secara sepihak tanpa mengerti konteksnya.

"Itu namanya Jaka Sembung bawa golok. Maka, jangan lepas konteks dimana Pak Surya bicara dan dalam forum apa serta dalam situasi yang bagaimana,” ujar Wakil Ketua Baleg DPR itu. 

Lebih lanjut, kata dia, pernyataan Surya Paloh karena melihat demokrasi di Indonesia ini sesuatu hal yang look serious (terlihat serius) dan satu hal yang mewah sekali, tapi justru berpotensi melahirkan dampak pembelahan yang sangat serius. 

“Buat apa kita berpemilu, tapi kita membubarkan republik kita, membubarkan tatanan sosial yang selama ini. Contohnya, jangankan satu warga, satu keluarga saja bisa ribut. Nah, Pak Surya melihat ada yang salah. Itu yang kemudian menjadi refleksi dan otokritik Pak Surya terhadap proses berdemokrasi sejauh ini,” ucap wakil ketua Fraksi NasDem DPR itu.

Menurutnya, saat ini pemilu menjadi persoalan tersendiri. Padahal, pemilu itu harusnya menjadi problem solving (kemampuan menemukan masalah dan memecahkannya dengan baik). Nah, sekarang ini pemilunya menjadi masalah. Itu standpoint-nya.

"Harus membaca utuh. Pak Surya ingin pemilu menjadi mekanisme yang memecahkan persoalan kebangsaan dan masalah kemasyarakatan yang terjadi di tengah-tengah kita,” imbuh dia.

Meski begitu, anggota Komisi XI DPR ini siap berdialog dengan berbagai pihak yang tak terima dengan pandangan akademik yang disampaikan oleh Surya Paloh.

“Kita bersedia membuka ruang diskusi dan ruang dialog, biar sama-sama dialog. Keresahan itu bukan hanya Pak Surya dan NasDem tetapi yang lain juga. Intinya, pandangan ini perlu diuji bukan direspons secara nyinyir,” pungkas Willy.

Diketahui sebelumnya, Surya Paloh menyampaikan pidatonya saat menerima gelar kehormatan Doktor Honoris Causa (HC) bidang Sosiologi Politik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB). 

Surya Paloh menyampaikan orasi ilmiah dengan tajuk 'Meneguhkan Kembali Politik Kebangsaan'. Tema itu relevan dengan situasi politik saat ini yang kian dinamis menuju pesta demokrasi 2024. []