News

Soal Minat Warga Jakarta Direlokasi ke Rusunawa Zaman Jokowi dan Anies, Apa Bedanya?

Ketua Komisi D DPRD DKI Ida Mahmudah mengungkap perbedaan minat warga untuk direlokasi ke rumah susun sewa (Rusunawa) pada zaman gubernur DKI Joko Widodo dan gubernur saat ini Anies Baswedan.


Soal Minat Warga Jakarta Direlokasi ke Rusunawa Zaman Jokowi dan Anies, Apa Bedanya?
Rusunawa KS Tubun (AKURAT.CO/Yohanes Antonius)

AKURAT.CO, Ketua Komisi D DPRD DKI Ida Mahmudah mengungkap perbedaan minat warga untuk direlokasi ke rumah susun sewa (Rusunawa) pada zaman gubernur saat ini Anies Baswedan dan gubernur pendahulunya Joko Widodo. Menurut politisi PDIP itu ada perbedaan ekspektasi warga yang hendak direlokasi dari bantaran sungai pada zaman Gubernur Jokowi dan Anies Baswedan. 

Awalnya, Ida Mahmudah menyinggung soal ketersediaan unit hunian Rusunawa di seluruh Jakarta yang hampir semuanya telah penuh terisi kecuali Rusunawa Nagrak, Cilincing. Nah bila ingin merelokasi warga yang tinggal di bantaran sungai di wilayah Jakarta Selatan ke rusun Nagrak, warga tentu menolak dengan berbagai alasan. 

"Karena sistemnya (merelokasi) beda dengan Pak Jokowi, Pak Ahok. Kalau di jaman Pak Jokowi kan orang dipindahkan, dikasih kompor, dikasih TV, Kulkas, dikasih isi rumahnya. Jadi ada penyemangat keluarga untuk pindah. Kalau sekarang kan tidak. Hanya dikatakan kalian pindah ya. Orang tidak mau karena tidak ada penyemangat," kata politisi PDIP itu kepada AKURAT.C0, Jumat (19/8/2022). 

baca juga:

Pernyataan politisi PDIP itu mengingatkan upaya Gubernur Jokowi merelokasi warga yang tinggal di bibir Waduk Pluit tahun 2013 silam. Saat itu, Jokowi yang berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama melengkapi Rusun itu dengan fasilitas lengkap. Mulai TV, Kulkas, tempat tidur, meja dan kursi. Cara itu akhirnya membuat warga yang tinggal di bibir Waduk Pluit yang jadi korban banjir itu akhirnya mau direlokasi meskipun jauh dari tempat tinggal mereka sebelumnya. 

Selain itu, Jokowi juga membuka akses dengan menyediakan bus feeder dari Rusun Marunda ke halte terdekat dengan tempat warga bekerja. 

Ida Mahmudah mendorong agar model relokasi ditiru sehingga warga bantaran kali mau dipindahkan. 

"Kita mendorong itu, yang sudah berjalan, yang sudah ada nih rusuhnya tapi memang mereka pindahan dari tempat lain misalnya kayak Rawa Bebek Jakarta Timur ini kan mereka penghuninya lumayan banyak itu pindahan dari mana-mana keluhan mereka adalah transportasi yang sekarang kurang menunjang," ungkapnya. 

Karena itu, dia mendesak Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta untuk memenuhi harapan warga penghuni Rusun Rawa Bebek dan Rusunawa lain di Jakarta. Akses mobilitas warga harus dipermudah sehingga tidak justru menambah beban warga terutama ongkos dari Rusunawa ke tempat kerja. 

"Nah kami kemarin minta ke Dinas Perumahan untuk komunikasi dengan Dishub DKU agar fasilitas busway, mobil-mobil kecil, feeder yang memang penunjang untuk mereka tidak menggunakan kendaraan pribadi agar ditambah. Kami mendorong dinas Perumahan melakukan itu," ungkapnya. []