Rahmah

Soal Kurban di Tengah Wabah PMK, Pakar: Ikuti Instruksi Kemenag

Proses penyembelihan hewan kurban tetap mengikuti protokol sebagaimana tertulis di dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor SE 10 Tahun 2022


Soal Kurban di Tengah Wabah PMK, Pakar: Ikuti Instruksi Kemenag
Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Dr. H. Adib, M, Ag dalam Webinar bertajuk Idul Adha dan Ibadah Kurban di Tengah Wabah Penyakit Mulut dan Kuku yang diselenggarakan Bimas Islam, Rabu (29/6/2022) (Tangkapan layar)

AKURAT.CO Sebentar lagi umat muslim akan melaksanakan ibadah penyembelihan hewan kurban di momen Idul Adha mendatang. Hanya, wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masih terus mengancam hewan ternak di sejumlah wilayah di Indonesia.

Berkaitan dengan hal itu, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Dr. H. Adib, M, Ag mengimbau kepada masyarakat agar proses penyembelihan hewan kurban tetap mengikuti protokol sebagaimana tertulis di dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor SE 10 Tahun 2022.

“Surat ini berisi tentang Panduan Penyelenggaraan Salat Hari Raya Idul Adha dan Pelaksanaan Kurban Tahun 1443 Hijriah/2022 Masehi. Masyarakat harap ikuti instruksi Kemenag ini,” terang Adib dalam Webinar bertajuk Idul Adha dan Ibadah Kurban di Tengah Wabah Penyakit Mulut dan Kuku yang diselenggarakan Bimas Islam, Rabu (29/6/2022).

baca juga:

Terkait panduan penyembelihan hewan kurban dalam surat tersebut, Adib menyebutkan bahwa materinya diadopsi dari surat edaran yang diterbitkan Menteri Pertanian.

“Jadi sudah sesuai protokol yang tepat,” katanya.

“Ada tiga poin dalam SE tersebut, yaitu; panduan pelaksanaan salat Idul Adha, protokol pelaksanaan takbir hari raya, dan protokol penyembelihan hewan kurban,” pungkasnya.

Berikut ini Ketentuan dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor SE 10 Tahun 2022 tentang Panduan Penyelenggaraan Salat Hari Raya Idul Adha dan Pelaksanaan Kurban Tahun 1443 Hijriah/2022 Masehi

Ketentuan Umum

  1. Umat Islam menyelenggarakan salat Hari Raya Idul Adha dan melaksanakan kurban mengikuti ketentuan syariat Islam
  2. Dalam penyelenggaraan salat Hari Raya Idul Adha dan pelaksanaan ibadah kurban, pengurus dan pengelola masjid/musala memperhatikan Surat Edaran Menteri Agama mengenai pelaksanaan kegiatan peribadatan/keagamaan di tempat ibadah pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat sesuai dengan status level wilayah masing-masing dan menerapkan protokol kesehatan
  3. Pengurus dan pengelola masjid/musala sebagaimana dimaksud dalam huruf b wajib menunjuk petugas yang memastikan sosialiasi dan penerapan protokol kesehatan kepada seluruh jemaah
  4. Para mubalig/penceramah agama diharapkan berperan dalam memperkuat nilai-nilai keimanan, ketakwaan, persatuan, kerukunan, kemaslahatan umat, dan kebangsaan serta berdakwah dengan cara yang bijak dan santun sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an, Sunah, dan tidak mempertentangkan masalah khilafiah
  5. Masyarakat diimbau untuk mengumandangkan takbir pada malam Hari Raya Idul Adha Tahun 1443 H/2022 M dan hari tasyrik di masjid/musala atau rumah masing-masing
  6. Penggunaan pengeras suara mengacu pada Surat Edaran Menteri Agama Nomor SE. 05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid/Musala
  7. Salat Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijjah 1443 H/2022 M dapat diselenggarakan di masjid atau di lapangan terbuka dengan memperhatikan protokol kesehatan

Ketentuan Khusus