News

Soal Korupsi Bansos Covid-19, Said Aqil: Betapa Sakitnya Rakyat!

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj mengungkapkan, rakyat sangat sakit hati dengan ulah pejabat yang korupsi bansos pandemi Covid-19. 


Soal Korupsi Bansos Covid-19, Said Aqil: Betapa Sakitnya Rakyat!
Said Aqil Siroj (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj mengungkapkan, rakyat sangat sakit hati dengan ulah pejabat yang korupsi bantuan sosial (bansos) pandemi Covid-19. 

Dia mengatakan, perilaku pejabat korupsi bansos itu sangat tega. Rakyat yang dirundung kesulitan hidup akibat pembatasan aktivitas selama pandemi justru dirampas pejabat korup.

Pernyataan itu dia sampaikan saat silaturahmi bertajuk dialog virtual antara Kemenkopolhukam bersama PBNU Selasa (27/7/2021) malam. 

Di hadapan Menko Polhukam Mahfud MD, Komisaris PT KAI itu mengatakan, perilaku korupsi bansos sangat menyakitkan masyarakat yang terhimpit kesulitan ekonomi.

"Saya ngerti. Saya tahu betapa beratnya beban pemerintah. Tapi betapa sakitnya rakyat juga ketika bansos dikorupsi. Ketika pejabat atau seorang menteri korupsi. Tega-teganya korupsi bansos Covid-19. Masya Allah ini merupakan tamparan yang sangat menyakitkan sekali," katanya dalam acara itu. 

Dalam situasi sulit seperti saat ini, kata Said Aqil, sudah seharusnya pemerintah hadir meringankan beban masyarakat yang sedang kesulitan hidup. Perilaku korupsi bansos itu, kata dia, membuat masyarakat kehilangan kepercayaan kepada pemerintah. 

"Dampaknya sangat besar. Kehilangan kepercayaan. Itu yang paling besar dampaknya. Distrust dari masyarakat kepada pemerintah. Walaupun itu cuma satu menteri yang melakukan itu tapi dampaknya bisa-bisa mereka mengeneralisir mereka tidak percaya pemerintahan ini," katanya.

Meskipun diakuinya, masyarakat di level menengah sudah mengerti dan tidak mengeneralisir kasus korupsi bansos sembari menyalahkan pemerintah secara keseluruhan. 

"Walaupun kita yang di level kita, mengerti. kita tahulah. Kita bisa memilah-milah. Tapi di masyarakat kecil tidak bisa. Digeneralisir semua pemerintah bohong," katanya.