Olahraga

Soal Kegagalan di Piala Thomas, Ini Kata Rionny Mainaky

Rionny Mainaky berharap kegagalan di Piala Thomas 2022 dan SEA Games Hanoi 2021 bisa dibayar di Indonesia Masters dan Indonesia Terbuka 2022.


Soal Kegagalan di Piala Thomas, Ini Kata Rionny Mainaky
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Rionny Mainaky. (PBSI)

AKURAT.CO, Sepuluh hari selepas kegagalan Indonesia mempertahankan Piala Thomas melawan India di Bangkok, Thailand, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Rionny Mainaky, akhirnya menyampaikan pandangannya. Rionny menyebut faktor fisik dan kelengahan menjadi penyebab kekalahan pasukannya.

“Saya lihat teman-teman di Piala Thomas sudah maksimal, tapi sayang di final ada kendala seperti Jonatan (Christie) misalnya kaki kirinya tidak enak. Begitu juga (Anthony Sinisuka) Ginting mungkin ada sesuatu tapi dia memaksakan untuk terus berjuang,” kata Rionny di Jakarta, Kamis (26/5), sebagaimana dipetik dari Antara.

Menghadapi India di Impact Arena, Indonesia kalah 0-3. Padahal Indonesia difavoritkan dan Anthony Ginting serta Mohammad Ahsan/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang turun di dua partai pembuka sempat merebut set pertama sebelum akhirnya dikalahkan lawan di dua set berikut.

baca juga:

“Saya harap mereka lebih siap, jadi kita jangan santai lagi untuk menghadapi lawan. Kemarin mungkin juga masih ada lengah karena status juara bertahan, tapi setelah ini harus jadi pelajaran untuk tim,” ucap Rionny.

Kegagalan di Piala Thomas juga terulang di SEA Games Hanoi 2021. Tim putra yang diharapkan bisa mempertahankan emas harus kalah di semifinal oleh Thailand sekaligus meraih perunggu untuk kali pertama dalam sejarah SEA Games.

Rionny menyebut tim putra yang merupakan pemain pelapis cukup sulit beradaptasi di SEA Games. Apalagi mereka harus cepat “klik” di turnamen beregu tanpa kepemimpinan pemain senior.

“Mereka saya lihat agak kaget saat tampil dan akhirnya tidak bisa maksimal. Pemain muda ini rupanya ada rasa takut. Pemanasan sudah bagus, tapi secara mental kurang siap. Ini yang saya sampaikan sebagai kendala saat evaluasi tim,” kata Rionny.

Lepas dari dua kejuaraan beregu tersebut, pebulutangkis terbaik Indonesia langsung dihadapkan dengan dua turnamen di kandang sendiri. Mereka akan tampil di Istora Senayan untuk Indonesia Masters dan Indonesia Terbuka 2022 pada 7-19 Mei mendatang.

“Hasil (di SEA Games) kemarin harus jadi evaluasi, tapi saya berharap yang muda-muda ini bisa membuat kejutan di Indonesia Masters dan Indonesia Terbuka,” tutur Rionny.[]