News

Soal Kebijakan Lepas Masker, Menkes: Masyarakat RI Sudah Punya Antibodi Covid-19

Keputusan melonggarkan aturan pembatasan aktivitas masyarakat saat ini dibuat dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan global dan internal di Indonesia.


Soal Kebijakan Lepas Masker, Menkes: Masyarakat RI Sudah Punya Antibodi Covid-19
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (batik coklat) saat Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi IX di Nusantara I, Kompeleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (1/1/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, keputusan melonggarkan aturan pembatasan aktivitas masyarakat saat ini dibuat dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan global dan internal di Indonesia.

Dia mengungkapkan, dari pemantauan Kemenkes, daya tahan masyarakat Indonesia terhadap paparan virus dan varian baru cenderung sudah jauh labih baik.

"Berdasarkan pengamatan Kemenkes, pada perkembangan Covid-19 di Indonesia dan global, masyarakat Indonesia sudah memiliki daya tahan terhadap varian baru yang saat lagi beredar di seluruh dunia dengan cukup baik, yang secara ilmiah dibuktikan melalui sero survey," katanya dalam keterangannya, Rabu (18/5/2022).

baca juga:

Selain melalui sero survey, membaiknya kekebalan tubuh masyarakat Indonesia itu juga dibuktikan dengan kecenderungan penurunan kasus Covid-19 dan variannya di tanah air. Padahal, beberapa negara menunjukan tren meningkat dan menjadi ancaman baru. 

"Dan secara praktis dan realitanya dibuktikan dengan kasus di Indonesia yang cenderung menurun dan relatif lebih kecil untuk varian yang sama dibandingkan negara-negara lain seperti China, Taiwan, dan Amerika Serikat," katanya. 

Selain melonggarkan aturan kewajiban bermasker di ruang terbuka, pemerintah juga melonggarkan aturan perjalanan dalam negeri dan luar negeri. Bagi pelaku perjalanan yang sudah divaksin lengkap, tidak perlu melakukan pemeriksaan PCR atau antigen.

"Inilah dua keputusan penting yang merupakan langkah awal untuk transisi dari pandemi menjadi endemi," ujarnya. 

Dikatakan Menkes, pemerintah bisa melakukan relaksasi aturan lainnya apabila kondisi penularan kasus Covid-19 makin lama makin terkendali, pasien Covid-19 yang masuk dan dirawat di rumah sakit juga makin lama makin sedikit, dan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dirinya semakin tinggi. []