News

Soal Investasi Miras, Muhammadiyah: Pemerintah Jangan Mempertimbangkan Aspek Ekonomi Saja

Pemerintah sebaiknya bersikap arif dan bijaksana serta mendengar arus aspirasi masyarakat, khususnya umat Islam.


Soal Investasi Miras, Muhammadiyah: Pemerintah Jangan Mempertimbangkan Aspek Ekonomi Saja
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti

AKURAT.CO, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti menyebut bahwa pemerintah harus mendengarkan aspirasi masyarakat dalam menolak adanya Peraturan Presiden (Perpres) minuman keras.

Perpres No 10 Tahun 2021 yang menuai polemik ini tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang di antaranya mengatur investasi minuman beralkohol atau miras.

"Pemerintah sebaiknya bersikap arif dan bijaksana serta mendengar arus aspirasi masyarakat, khususnya umat Islam, yang berkeberatan dengan diterbitkannya Perpres nomor 10/2021 tentang produksi dan distribusi minuman keras," kata Abdul Mu'ti dalam keterangannya, yang dikutip AKURAT.CO pada Selasa (2/3/2021).

baca juga:

Abdul Mu'ti juga meminta pemerintah untuk tidak melihat keuntungan dari sektor ekonomi saja, melainkan moral bangsa terkait munculnya Perpres Miras tersebut.

"Sebaiknya pemerintah tidak hanya mempertimbangkan aspek ekonomi saja, tetapi juga dampak kesehatan, sosial, dan moral bangsa," kata dia.

Selain itu, pemerintah juga harus bertanggung jawab menjaga dan membina moralitas masyarakat.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas mengaku kecewa dan tidak mengerti mengapa pemerintah menetapkan industri minuman keras.

Menurutnya, industri miras ini sebelumnya masuk ke dalam kategori bidang usaha tertutup, akan tetapi sekarang dimasukkan kedalam kategori usaha terbuka.

"Jadi saya melihat inilah salah satu buah dari disahkannya Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang jelas-jelas tampak lebih mengedepankan pertimbangan dan kepentingan pengusaha dari pada kepentingan rakyat," kata Anwar Abbas dalam keterangannya yang dikutip AKURAT.CO pada Senin (1/3/2021).

Ratu Amanda Distania

https://akurat.co

0 Comments

Leave a comment

Sorry, you mush first