Rahmah

Soal Holywing, Ketua MUI: Dimaafkan Tapi Hukum Harus Ditegakkan

Ketua MUI memaafkan pihak Holywing, tapi proses hukum tetap berlanjut seadil-adilnya


Soal Holywing, Ketua MUI: Dimaafkan Tapi Hukum Harus Ditegakkan
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang dakwah Cholil Nafis menerima kunjungan Hotman Paris Hutapea (Instagram/@hotmanparisofficial)

AKURAT.CO Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang dakwah Cholil Nafis menerima kunjungan Hotman Paris Hutapea. Sebagai salah satu pemilik saham Holywings, Hotman Paris meminta maaf atas kesalahan stafnya terkait promo alkohol yang sempat membuat gaduh publik.

“Saya atas nama pribadi dan juga atas nama Holywings sebagai institusi memohon maaf kepada Bapak Kiai Cholis Nafis dan juga umat Islam,” kata Hotman dalam unggahan video diakun instagram pribadi Hotman Paris @hotmanparisofficial.

Merespons hal itu, Cholil secara pribadi dan harapannya juga publik secara umum memaafkan kesalahan tersebut. Sebagai manusia, lanjutnya, berbuat salah adalah sesuatu yang wajar dan yang terpenting pihak terkait mau meminta maaf serta mengakui kesalahannya.

baca juga:

“Berkenaan dengan penegakan hukum kami setuju bang ini terus diproses untuk pembelajaran, ini staf abang terlalu kreatif, hilang sensitivitasnya bahwa ini ranah agama, mungkin niatnya baik atau wallah bissawab, oleh karena itu saya sepakat ini terus di ranah pengadilan proses hukum berjalan, mudah-mudahan berjalan lancar menemukan keadilan dan seadil-adilnya," kata Cholil.

Diketahui, beberapa waktu lalu publik sempat dihebohkan dengan beredarnya ungahan Holywings terkait promosi minuman alkohol.

Yang dipersoalkan publik karena dalam promo tersebut Holywings akan memberi alkohol secara gratis kepada siapa saja yang bernama Muhammad atau Maria. Alasan penggunaan nama tersebut karena untuk menarik pengunjung terhadap outlet yang targetnya di bawah 60 persen.

Sontak tindakan tersebut menyinggung masyarakat luas hingga dianggap mengandung SARA. Meski unggahan promo kontroversial itu sudah dihapus dari akun instagram Holywings tapi kontennya sudah terlanjur menyebar dan menjadi buah bibir di tengah masyarakat.

Setelah melakukan penelusuran, Kapolres Metro Jakarta Selatan berhasil menangkap enam tersangka dan dijerat pasal penistaan agama dan juga ujaran kebencian bernuansa SARA.

Enam tersengka itu adalah Pria inisial EJD (27) selaku creative director Holywings, Perempuan inisial NDP (36), selaku head team promotion, Pria inisial DAD (27), pembuat desain virtual, Perempuan inisial EA (22), tim admin media sosial, Perempuan inisial AAB (25), selaku socmed officer, dan Perempuan inisial AAM (25) selaku admin tim promo.[]