Ekonomi

Soal Fenomena PHK, Pengamat: Bakar Duit Berlebihan Bikin Perusahaan Digital Kelabakan

Soal Fenomena PHK, Pengamat: Bakar Duit Berlebihan Bikin Perusahaan Digital Kelabakan
Ribuan driver ojol tuntut kenaikkan tarif (REUTERS)

AKURAT.CO Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi menilai, salah satu akar masalah perusahaan digital yaitu terlalu banyak melakukan ‘bakar duit’ yang mengakibatkan munculnya fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Menurutnya, bakar duit yang terlalu berlebihan pada akhirnya membuat perusahaan digital kelabakan.

“Selama ada investasi, mungkin bakar duit masih enggak terasa, tapi kalau misalnya enggak ada investasi, bakar duit akan membuat perusahaan terhuyung-huyung, lebih besar pendapatan dibanding duit yang dibakar. Kalaupun sama duit yang dibakar dan pendapatan, akhirnya perushaaan tersebut enggak dapat apa-apa,” kata Heru kepada Akurat.co, Rabu (23/11/2022).

baca juga:

Dia menerangkan, bakar duit banyak dilakukan perusahaan digital untuk mengakuisisi pengguna. Tentu saja duit yang dikeluarkan sangat mahal. Misalnya saja perusahaan digital menyubsidi satu orang pelanggan senilai Rp100.000-Rp150.000, maka biayanya akan sangat besar jika jutaan pelanggan yang hendak diakuisisi.

Belum lagi dana yang dimiliki perusahaan digital harys digunakan untuk membayar gaji karyawan yang nominalnya fantastis. Dana itu juga harus dibagi dengan menyediakan fasilitas kantor mewah. 

Mungkin bagi perusahaan lain yang benar-benar startup, kata dia, tidak membutuhkan kantor semewah itu. Tapi banyak perusahaan digital di Indonesia meniru perusahaan-perusahaan seperti Facebook hingga Google agar seolah-olah perusahaan startup.

“Kita mau akuisisi banyak pengguna. Uangnya enggak sedikit,” kata dia.

Sepanjang 2022, sudah banyak perusahaan rintisan (startup) mememecat karyawannya. Mulai dari Shopee, GoTo, hingga yang teranyar ialah Ruangguru. []