Rahmah

Soal Dugaan Penyelewengan Dana Donasi Umat, Ketua MUI: Harus Hati-hati

Para pengelola lembaga LAZ harus paham aspek keuntungan syariah terkait zakat.


Soal Dugaan Penyelewengan Dana Donasi Umat, Ketua MUI: Harus Hati-hati
Asrorun Niam Sholeh Ketua MUI (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Menanggapi adanya isu dugaan penyelewengan dana donasi umat, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh menyampaikan bahwa hendaknya perlu adanya kehati-hatian tingkat ganda dalam pengelolaan zakat oleh Lembaga Amil Zakat (LAZ).

“Dalam pengelolaan LAZ terdapat dua kompetensi yang harus dipenuhi yaitu, kompetensi syariah dan kompetensi teknis,” jelas Kiai Niam dalam siaran pers yang diterima oleh MUIDigital, seperti dikutip AKURAT.CO, Rabu (06/07).

Kiai Niam mengatakan bahwa para pengelola harus memahami aspek ketentuan syariah terkait dengan zakat.

baca juga:

"Para pengelola lembaga LAZ harus paham aspek keuntungan syariah terkait zakat, seperti pelaku wajib zakat, jenis harta yang wajib dizakatkan, sasaran penerima zakat, hingga cara mengelola dan mendistribusikan dana yang terkumpul," tambahnya lagi.

Sementara itu, pada dimensi muamalah, lanjut Ni'am, pengelola dituntut dengan kreatifitas dan inovasi dalam mengelola dana yang diterima, agar masyarakat dapat menemima manfaat yang optimal.

“Amil melakukan tugas keamilan untuk pengelolaan zakat berdasarkan amanah dan tanggung jawab yang telah diberikan. Adapun jika ia mendapat bagian dari zakat, hal tersebut merupakan bentuk kompensasi atas kerja profesionalitasnya,” tegas pria yang juga merupakan Deputi Kepemudaan Kemenpora itu.

Kiai Niam juga mengimbau agar umat Islam harus dapat memastikan jika kewajibannya mampu terlaksana secara baik, khususnya terkait dengan kewajiban berzakat.

“Apabila seorang muslim telah memiliki sejumlah harta yang wajb dizakatkan, maka terdapat kewajiban untuk menunaikannya sesuai dengan syarat dan ketentuan yang telah diatur dalam Islam,” pungkasnya.[]