News

Soal Dugaan Korupsi Gibran-Kaesang, KPK Klarifikasi ke Ubedilah Badrun

KPK memanggil Dosen UNJ Ubedilah Badrun untuk mengklarifikasi soal pelaporannya atas Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep.


Soal Dugaan Korupsi Gibran-Kaesang, KPK Klarifikasi ke Ubedilah Badrun
Gedung KPK (AKURAT.CO)

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Dosen UNJ Ubedilah Badrun untuk mengklarifikasi soal pelaporannya atas Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep. Kurang lebih dua jam Ubedilah berada di dalam Gedung Merah Putih KPK.

Usai diklarifikasi KPK, Ubedilah mengaku hanya menyerahkan dokumen tambahan atas laporannya tersebut.

"Datang ke KPK untuk klarifikasi hampir dua jam. Kemudian juga kami sekaligus membawa dokumen tambahan untuk memperkuat apa yang kami sampaikan," kata Ubedilah kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (26/1/2022).

baca juga:

Ubedilah meyakini KPK tak tebang pilih untuk memroses laporan. Sebab, di mata hukum semua sama. Termasuk anak Presiden tetap harus diproses hukum.

"Saya kira kami percaya pada KPK untuk menjalankan amanah negara ini, melanjutkan proses ini sesuai undang-undang. Kami menghormati KPK. Kami percaya di republik ini ada equality before the law, siapa pun sama kedudukannya di muka hukum, dan kita juga memegang asas praduga tak bersalah," ujarnya.

Terkait dokumen tambahan yang diserahkan ke KPK, Ubedilah enggan membahasnya. Namun dia memastikan, data yang diserahkan ke KPK valid.

"Saya kira nanti biar KPK yang menjelaskan apakah (dokumen tambahan) itu dikategorikan sebagai bukti. Tentu saja ada dokumen-dokumen yang berbasis data yang kami yakin valid," katanya.

Sebelumnya, Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun melaporkan Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Jadi memang kisahnya dari tahun 2015. Ada perusahaan besar inisialnya SM (Sinar Mas) dan sudah menjadi tersangka pembakaran hutan dan sudah dituntut oleh Kementerian Lingkungan Hidup dengan nilai Rp7,9 triliun," kata pria yang karib disapa Ubed ini di Gedung KPK, Jakarta, Senin (10/1/2022).