Ekonomi

Soal Dana Deposito PT BTS, Begini Klarifikasi Manajemen BRI

Manajemen BRI memberikan klarifikasi 3 hal terkait dana deposito milik PT Bidakara Taruma Sakti


Soal Dana Deposito PT BTS, Begini Klarifikasi Manajemen BRI
Ilustrasi logo Bank BRI (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia atau BRI (Persero) Tbk mengklarifikasi informasi yang beredar mengenai dana deposito PT Bidakara Taruma Sakti (PT BTS) yang tidak dapat dicairkan.

Dalam keterangan resminya kepada Akurat.co, Senin (2/8/2021), terdapat 3 hal yang disampaikan manajemen BRI yakni sebagai berikut: 

1. Kejadian tersebut terjadi pada tahun 2014 dan telah diproses secara hukum sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku.

2. Setelah melalui proses persidangan, pada tahun 2015 kasus tersebut telah selesai dan kepada pihak-pihak yang terbukti terlibat dalam proses pembuatan maupun pencairan Deposito PT BTS yang tidak sesuai/melanggar dengan ketaatan bank telah ditindak secara hukum. 

3. Dalam menjalankan kegiatan operasional perbankan BRI mengedepankan prinsip kehati-hatian/prudential banking dan Good Corporate Governance untuk senantiasa memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh nasabah dalam melaksanakan transaksi perbankan di BRI.

Seperti yang diketahui, sebelumnya diberitakan, Dana deposito nasabah Bank BRI senilai Rp15 miliar mendadak tidak bisa dicairkan. Dana tersebut diketahui milik salah satu klien dari Rudhi Mukhtar dari HWMA Law Firm selaku Kuasa Hukum PT Bidakara Taruma Sakti (PT BTS).

Kini, kuasa hukum klien tengah berupaya meminta tanggung-jawab Bank BRI terkait raibnya dana deposito milik Bidakara Taruma Sakti. 

Rudhi menjelaskan duduk perkara kasus ini berawal dari penempatan dana Deposito PT BTS di Bank BRI-Kantor Cabang Jakarta Palmerah sebesar Rp15 Miliar pada bulan Juli s/d Agustus 2014.

"Namun pada September 2014, ketika PT BTS hendak mencairkannya, penempatan dana Deposito dimaksud hilang dan tidak dapat dicairkan oleh PT BTS hingga saat ini," ujar Rudhi di Jakarta, Senin (2/8/2021).