Rahmah

Soal Bom Bunuh Diri, Kata Nabi: Dosa Besar dan Tidak Akan Cium Bau Surga

Soal Bom Bunuh Diri, Kata Nabi: Dosa Besar dan Tidak Akan Cium Bau Surga
Ilustrasi Terorisme (Pinterest.com)

AKURAT.CO Para pelaku teror bom sejatinya tidak paham apa esensi makna jihad. Disebut Ibn 'Asyur, jihad perang itu boleh dilakukan manakala musuh Islam mulai menyerang Islam secara terus menerus dan secara fisik. Kemudian umat Islam dilarang untuk beribadah.

Sedangkan tindakan bom bunuh diri dilakukan dengan alasan membuat luka banyak orang. Jelas itu bukan jihad, malah justru berdosa, karena melukai dan atau membunuh orang yang tidak salah. 

Nabi Muhammad Saw bersabda:

baca juga:

مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَهُ ذِمَّةُ اللَّهِ وَذِمَّةُ رَسُولِهِ، فلا يَرَحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ، وَإِنَّ رِيحَهَا لَتوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ سَبْعِينَ عَامًا

Artinya: “Siapa yang membunuh kafir mu’ahad (yang ada perjanjian) yang memiliki jaminan dari Allah dan Rasul-Nya, ia tidak akan mencium bau surga. Dan sesungguhnya baunya dapat dicium dari jarak tujuh puluh tahun.”

Bila tindakan bom bunuh diri melukai orang kafir saja dihukumi dosa besar dan pelakunya dipastikan tidak akan masuk surga, bagaimana dengan tindakan bom bunuh diri yang melukai orang-orang Islam? Dosanya lebih-lebih besar lagi.

Lalu, apakah melawan pemerintah juga merupakan jihad? Jawabannya tidak. Ikut dan tunduk pada pemerintah hukumnya wajib. Disebutkan dalam sebuah hadis nabi yang lain:

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ أَبِي التَّيَّاحِ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ ]قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَإِنْ اسْتُعْمِلَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ حَبَشِيٌّ كَأَنَّ رَأْسَهُ زَبِيبَةٌ[.

Artinya: "Musaddad menceritakan hadits kepada kami, Yahya bin Said menceritakan hadits kepada kami, dari Syu’bah dari Abi at-Tayyah dari Anas bin Malik – radiyallahu ‘anhu- beliau berkata: [Rasulullah bersabda: dengarkanlah dan taatlah kalian! Meski pemimpin kalian dari kalangan budak etiopia yang kepalanya seperti kismis]."

Jika pun pemerintahan dirasa salah, Islam mengajarkan untuk melakukan musyawarah secara adil dan bijaksana. Bukan dengan melakukan teror bom dan atau membully. Tindakan bom bunuh diri bukan jihad, tetapi sebuah kemaksiatan yang akan dibalas dengan siksa neraka yang amat pedih.[]