News

Soal Bipang Ambawang, Ahmad Basarah: Jokowi Hanya Ingin Promosi Produk Indonesia

Presiden Jokowi adalah penganut Islam yang baik, yang pernah melaksanakan rukun Islam kelima ke tanah suci Makkah.


Soal Bipang Ambawang, Ahmad Basarah: Jokowi Hanya Ingin Promosi Produk Indonesia
Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah (DOK. HUMAS MPR RI)

AKURAT.CO, Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah mengatakan, semestunya masyarakat bisa menyimak pernyataan Presiden Jokowi terkait Bipang Ambawang makanan khas daerah Kalimantan Barat dalam konteks mencintai dan mempromosikan produk lokal Indonesia yang dapat dipesan secara online.

"Pernyataan Jokowi tersebut diperuntukkan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dalam hal ini, masyarakat Indonesia yang beragam yang terdiri atas berbagai agama, suku, golongan, yang tersebar di berbagai provinsi, kabupaten, juga kota-kota yang tersebar di seluruh Indonesia,’’ terang Basarah sebagaimana yang dikutip AKURAT.CO dari keterangan tertulis, Senin (10/5/2021). 

Dia merasa sama sekali tidak melihat jika Presiden Jokowi secara khusus tengah mempromosikan Bipang Ambawang asal Kalimantan.

‘’Kita belum tahu persis apa itu makanan Bipang Ambawang itu. Ada yang menyebut babi panggang. Namun, Jubir Presiden Fadjroel Rahman menyebut Bipang adalah sejenis kue beras dari Kalimantan,’’ sambungnya.

Basarah menilai, Presiden Jokowi adalah penganut Islam yang baik, yang pernah melaksanakan rukun Islam kelima ke tanah suci Makkah. Dalam beberapa kesempatan, Presiden bahkan memimpin salat berjamaah.

"Karena itu saya yakin tidak mungkin sebagai Muslim yang baik, Presiden sengaja mengajak umat Islam di Indonesia untuk memakan makanan yang diharamkan umat Islam, jika benar Bipang Ambawang adalah babi panggang," ujarnya.

Ahmad Basarah menyarankan agar seluruh rakyat Indonesia melihat dengan jernih tujuan Presiden Jokowi menyampaikan pidato di channel Youtube itu untuk memberi penjelasan bahwa tanpa mudik yang tak bisa mereka lakukan dalam Idul Fitri kali ini pun, mereka tetap bisa menikmati makanan daerah yang biasa mereka konsumsi jika mereka mudik lebaran.

Karena menurutnya, larangan mudik dalam arti perjalanan warga masyarakat dari satu daerah ke daerah lain tersebut tentu saja bukan berlaku bagi umat Islam tetapi berlaku bagi warga masyarakat lainnya yang beragama non muslim. Sehingga bagi warga non muslim itu pun dapat menikmati liburan di rumahnya masing-masing sambil menikmati kuliner karya anak bangsa.

‘’Harap dicatat bahwa Presiden Jokowi adalah presiden untuk semua suku bangsa Indonesia sekaligus presiden bagi semua umat beragama yang hidup di negara Pancasila. Mari berpikir lebih luas dan jernih, jangan gampang termakan oleh provokasi yang ingin memecah belah antara pemerintah dengan rakyatnya,’’ pungkasnya.[]

Bayu Primanda

https://akurat.co