News

Soal Autopsi Ulang Jasad Brigadir J, DPR Minta Publik Percaya pada Polri

Soal Autopsi Ulang Jasad Brigadir J, DPR Minta Publik Percaya pada Polri
Anggota Komisi III DPR Supriansa (golkarpedia.com)

AKURAT.CO, Proses autopsi ulang jenazah Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J dilakukan pada hari ini, Rabu (27/6/2022). 

Anggota Komisi III DPR Supriansa meminta agar semua pihak menahan diri dan berhenti membuat spekulasi di luar proses hukum yang berlangsung. 

"Saya kira semua pihak sebaiknya menahan diri untuk tidak berspekulasi atau melahirkan pendapat sendiri-sendiri diluar proses hukum," kata Supriansa kepada wartawan, Rabu (27/7/2022). 

baca juga:

Menurut dia, alangkah lebih baik menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim khusus (timsus) yang telah dibentuk oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. 

Ketua Badan Advokasi Hukum dan HAM (Bakumham) DPP Partai Golkar meminta agar masyarakat mempercayakan kemampuan tim khusus bersama seluruh tim penyidik bekerja dengan baik. 

"Termasuk autopsi yang dilakukan lagi merupakan bentuk keseriusan penyidik atau kepolisian dalam menyelesaikan persoalan ini. Jadi jangan diragukan," ujar dia. 

"Apalagi persoalan ini dipantau langsung bapak Presiden tentu tidak ada yang akan main-main dalam rangka menyelesaikan persoalan ini," tukas dia. 

Sebagai informasi, Makam Brigadir J alias Nopriansyah Yosua Hutabarat mulai digali sekitar pukul 7.30 WIB untuk keperluan autopsi ulang. 

Kuasa hukum keluarga Brigadir J, Jhonson Panjaitan mengatakan beberapa organ tubuh yang dicurigai akibat penganiayaan itu dibawa ke Jakarta untuk diperiksa.

"Untuk beberapa organ tubuh dari Brigadir Yoshua akan dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan karena di Jambi tidak bisa dilakukan," kata Jhonson Panjaitan di Jambi, seperti dilansir dari Antara, Rabu (27/7/2022). 

Jhonson mengatakan dalam melakukan autopsi ulang ini akan melibatkan banyak pihak. Di antaranya dari TNI, perguruan tinggi, dan dokter perwakilan keluarga yang ditunjuk. 

”Hal ini kami lakukan agar hasil pemeriksaan autopsi ulang akan transparan sehingga bisa terungkap kasus ini dengan sebenarnya apa penyebab kematiannya,” terang Jhonson. []