News

Soal ASPD di Sleman Diduga Bocor di Salah Satu Sekolah

Soal ASPD di Sleman Diduga Bocor di Salah Satu Sekolah
Sejumlah siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 50 Jakarta, Senin (25/3/2019). Peserta UNBK pada tahun ini meningkat menjadi 91 persen dari total peserta ujian nasional yang terdiri dari 1.515.986 peserta siswa SMK dari 13.305 sekolah (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Soal Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD) sebagai pengganti ujian nasional (UN) diduga bocor di SMPN 4 Depok, Sleman. Dinas Pendidikan Sleman dan DIY kini tengah menelisik kasus ini.

Kasus ini awalnya mencuat lewat media sosial. Diduga, bocornya soal matematika kepada peserta ASPD kelas IX melalui salah seorang pengajar di sekolah tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Ery Widaryana mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Olahraga DIY untuk menelisik kasus ini. Dikarenakan penyusunan hingga distribusi soal ASPD dilaksanakan oleh provinsi.

baca juga:

"Tadi kami koordinasi di provinsi dengan (dinas pendidikan) kabupaten/kota yang lain, nanti Disdikpora provinsi yang akan membentuk tim pencari fakta," kata Ery saat dihubungi, Kamis (8/4/2021).

Dipastikannya, dugaan kasus kebocoran soal ini hanya terjadi di SMPN 4 Depok. Khususnya, untuk mata pelajaran matematika yang diujikan pada hari kedua ASPD, Selasa (6/4) kemarin.

"Ujian hari kedua (ASPD), tapi ramainya hari ketiga sore," kata Ery.

"Yang ramai hanya satu sekolah itu. Menurut informasi provinsi, soal itu kan beberapa tipe. Jadi anak satu ruang tidak mukin mengerjakan soal sama semua," imbuhnya.

Sembari tim pencari fakta (TPF) bentukan provinsi bekerja, Ery berujar, pihaknya mengusulkan provinsi supaya ASPD mata pelajaran matematika di SMPN 4 Depok diulang.

"Kalau kami dari kabupaten dalam rapat hanya mengusulkan, untuk menjaga ketenangan, kenyamanan, termasuk keadilan, dan lain sebagainya, kami mengusulkan untuk ASPD matematika di SMPN 4 Depok diulang. Itu usulan kami. Tapi nanti yang menentukan bisa tidaknya provinsi," pungkasnya.

Dian Dwi Anisa

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu